Keajaiban Seni Monumental Dan Kehebatan Arsitektur Kota Gua Vardzia Di Georgia

ancient civilizations.jpg
Bamssatria22.wordpress.com
vardzheads-001.jpg

Vardzia adalah sebuah situs kota gua di Georgia selatan, yang digali dari lereng Gunung Erusheti di tepi kiri Sungai Mtkvari, tiga puluh kilometer dari Aspindza. Lokasinya 1.300 meter di atas permukaan laut. Kota batu Vardzia awalnya adalah biara berbentuk gua. Periode utama pembangunannya adalah pada paruh kedua abad kedua belas, dibangun tahun 1185 atas perintah Ratu Tamar, putri Raja Giorgi III yang berkuasa saat itu. Situs ini sebagian besar ditinggalkan setelah pengambilalihan Ottoman pada abad keenam belas. Sekarang daerah sepanjang Vardzia-Khertvisi telah menjadi bagian dari inskripsi masa depan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO

800px-panorama_wardzia.jpg

SEJARAH

Penggalian era-Soviet menunjukkan bahwa daerah Vardzia telah dihuni selama Zaman Perunggu dan menunjukkan adanya pengaruh budaya Trialeti . Pemukiman gua seperti misal kompleks Uplistsikhe yang dikenal di sepanjang Sungai Mtkvari berasal dari setidaknya pada abad ke-5 SM, sementara arsitektur potongan batu dalam konteks ke-Kristen-an Georgia yang dikenal dari Zedazeni dan Garedzhi berasal dari abad ke-6 SM, dan gua setempat lain dari Vanis Kvabebi , Cholta dan Margastani dari abad ke-8 SM.

Kota Gua Vardzia awalnya dibangun sebagai pertahanan dan perlindungan rakyat Georgia dari serbuan bangsa Mongolia di tahun 1290-an. Ratu Tamar pernah menggunakan Vardzia untuk bersembunyi dari musuh-musuhnya. Dia menggunakan 366 ruangan sebagai tempat persembunyian untuk mengecoh musuhnya.

Namun, Vardzia berubah fungsi, dari kota pertahanan menjadi kota religius dan 2.000 biarawan tinggal di kota ini. Di Abad itu, Vardzia adalah pusat politik, agama dan budaya, sehingga Vardzia menjadi lambang semangat rakyat Georgia, dalam hal kemanusiaan dan cinta kebebasan.

800px-vardzia_cave_city.jpg
Vardzia cave complex

Dahulu, satu-satunya pintu masuk ke kota ini hanya melalui saluran sumur, yang tersembunyi di dekat sungai Mtkvari. Namun sayang, gempa yang melanda Samtskhe tahun 1283 telah menghancurkan dua per tiga kota Vardzia. Akibatnya, keberadaan Vardzia terungkap dan terlihat dari luar. Sebelum ada gempa tak ada satu bagianpun dari kota dapat dilihat dari luar, hanya ada dua pintu masuk, satu di setiap sisi.

450px-vardzia_from_bell_tower.jpg
View from the twin-storey bell tower that replaced cave dwellings destroyed in the 1283 earthquake

Dulunya, sebelum gempa, kota ini terdiri dari lebih dari 6.000 ruangan dan hunian dalam komplek yang terdiri dari 13 lantai. Didalam kota gua ini juga terdapat biara/gereja/monastery, ruang tahta dan sebuah kompleks irigasi untuk mengairi pertanian.

Empat tahap pembangunan yang terkemuka telah diidentifikasi di Vardzia:
–pertama, pada masa pemerintahan Giorgi III (1156-1184), ketika itu lokasi mulai ditata dan gua tempat tinggal pertama mulai digali.
–kedua, pada masa antara kematian Giorgi III dan pernikahan penggantinya, Tamar di tahun 1186, ketika itu gereja gua mulai diukir dan dihiasi.
–ketiga, pada masa sebelum terjadinya Pertempuran Basianc tahun 1203, pada masa itu lebih banyak tempat tinggal serta pertahanan, pasokan air, dan jaringan irigasi yang dibangun.
–sedangkan keempat adalah periode pembangunan kembali setelah kerusakan berat akibat terjadinya gempa bumi tahun 1283.

Penulis risalah Safavid dari persia, Hasan Bey Rumlu menggambarkan Vardzia sebagai ” sebuah keajaiban seperti dinding Alexander Agung “. Sebelum menceritakan bahwa panglima Persia, Shah Tahmasp I merebut Vardzia tahun 1551 dan membawa semua simbol dan barang-barang berharga di sana. Dan berakhirlah kejayaan Vardzia.

AREA SITUS VARDZIA

Bagian tempat di Vardzia yang berada ditempat lebih tinggi adalah gereja dari awal abad ke-11 awal di Zeda Vardzia dan termasuk juga pemukiman batu dan gereja-gereja gua Ananauri dari abad ke-10 hingga abad ke-12.

Situs utama yang berada lebih rendah dipahat dari lapisan tengah tebing dari breksi tufaceous pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Hal ini dibagi menjadi bagian timur dan bagian barat oleh Gereja Utama .

Di kompleks bagian timur terdapat 79 gua tempat tinggal yang terpisah, 8 deretan kursi dan dengan total 242 kamar, termasuk 6 kapel, “Tamar’s Room” , ruang rapat, ruang penerimaan, ruang farmasi, dan 25 gudang anggur; 185 guci anggur yang terbenam ke dalam lantai menjadi dokumen pentingnya pemeliharaan anggur bagi perekonomian monastik.

Di bagian barat, antara menara lonceng dan Gereja utama, ada terdapat lebih 40 hunian, 13 deretan kursi dan dengan total 165 kamar, termasuk 6 kapel, sebuah ruang makan dengan sebuah dapur roti, oven untuk memanggang roti, dan sebuah capit. Di luar kompleks menara lonceng terdapat 19 deretan kursi, dengan anak tangga naik yang mengarah ke pemakaman. Infrastruktur lain di dalamnya termasuk akses terowongan, fasilitas air, dan penyediaan untuk pertahanan.

view of the caves.jpg
view of caves.jpg
View of the caves
view from beneath.jpg
View from beneath
vardzia tracks.jpg
Vardzia Tracks
upper vardzia.jpg
Upper Vardzia
pharmacy cave.jpg
Pharmacy Cave
frescos.jpg
Frescos
fragment of caves.jpg
Fragment of Caves
escape tunnel.jpg
Escape Tunnel
entrance.jpg
Entrance

VARDZIA HARI INI

Sejak tahun 1985 situs ini telah resmi menjadi bagian dari Vardzia Historical–Architectural Museum-Reserve , yang mencakup 46 situs arsitektur, 12 situs arkeologi, dan 21 situs seni monumental.

Pada tahun 1999 Vardzia- Khertvisi dimasukkan dalam tulisan di UNESCO World Heritage List sebagai sebuah Situs Budaya sesuai dengan kriteria ii, iii, iv, v, dan vi. Dalam evaluasi mereka, badan penasehat ICOMOS mengutip Göreme di Cappadocia sebagai comparandum terdekat di antara situs-situs gua biara untuk kepentingan internasional.

Pada tahun 2007 Vardzia-Khertvisi telah diserahkan kembali sebagai sebuah Situs Campuran Budaya dan Alam yang sesuai juga dengan kriteria vii.

Dari tahun 2012, konservasi lukisan dinding di Gereja Utama dilakukan oleh Courtauld Institute of Art dalam hubungannya dengan National Agency for Cultural Heritage Preservation of Georgia dan Tbilisi State Academy of Arts .

Saat ini, Vardzia adalah tempat yang sangat istimewa, dianggap sebagai simbol budaya dan menjadi sumber kebanggaan Georgia. Vardzia telah terbuka menjadi obyek pariwisata, dengan sisa ruangan mencapai 750 buah, yang dihubungkan oleh koridor-koridor.(bs22)

Iklan

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Ancient Civilizations dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s