The Dinosaur Project: Ekspedisi-Ekspedisi Pencarian Mokele-mbembe di Afrika

cryptid files.jpg
http://www.bamssatria22.wordpress.com
dinosaur expeditions-001.jpg

MOKELE-MBEMBE
-Lake Monster Cryptid
-1776
-Congo River Basin

bamssatria22.wordpress.com

Mokèlé-mbèmbé, yang berarti “sesuatu yang dapat menahan aliran arus sungai” dalam Bahasa Lingala, adalah nama yang diberikan untuk sejenis makhluk kriptid legendaris yang mendiami sungai, yang ditemukan dalam folklore dan legenda rakyat yang tinggal di Lembah Sungai Kongo. Kadang-kadang digambarkan sebagai makhluk hidup, kadang-kadang sebagai roh. Mokèlé-mbèmbé diumpamakan seperti Monster Loch Ness dalam pandangan orang Barat. Dan para Ahli kriptozoologi meng-klaim Mokele-mbembe adalah seekor Sauropod.

Banyak ekspedisi telah dilakukan guna mencari bukti keberadaan Mokele-mbembe, walau tak sedikitpun berhasil, dan Pembahasan Mokèlé-mbèmbé dituangkan dalam banyak buku dan film-film dokumenter serta muncul pula dalam banyak karya fiksi dan budaya populer.

Menurut Robert T. Carroll , “Laporan dari Mokele-mbembe telah beredar selama dua ratus tahun terakhir, namun belum ada yang memotret makhluk itu atau mendapat bukti fisik keberadaannya.”

Berdasarkan tradisi rakyat di lembah Sungai Kongo, Mokele-mbembe diketahui sebagai makhluk pemakan tumbuhan dengan ukuran sebesar gajah atau kuda nil. Ia hidup di Danau Télé dan wilayah rawa-rawa di sekitarnya, dan menyukai tempat yang dalam. Cerita rakyat lokal menceritakan bahwa tempat berburu kesukaannya adalah di kelokan sungai.

Deskripsi dari Mokele-mbembe bervariasi. Beberapa legenda menggambarkan Mokele-mbembe memiliki tubuh seperti gajah dengan leher panjang, ekor dan kepala kecil, berwarna coklat abu-abu, sebuah deskripsi yang dianggap menyerupai hewan Sauropod yang telah punah, sementara yang lain menggambarkannya menyerupai gajah, badak, dan hewan lain yang dikenal. Masyarakat dari desa Boha, lebih menganggapnya sebagai makhluk tak berwujud daripada mahkluk hidup.

SEJARAH PENCARIAN MOKELE-MBEMBE

Banyak ekspedisi ke afrika telah dilakukan untuk mencari Mokele-mbembe. Selama ini, ada beberapa penampakan yang telah disampaikan oleh para cryptozoologists yang melibatkan beberapa makhluk yang teridentifikasi mirip dengan dinosaurus. Makhluk-makhluk yang sesuai dengan deskripsi mirip dinosaurus di wilayah keberadaan Mokele-mbembe adalah mela-ntouka (“pembunuh gajah,” yang di-deskripsi-kan oleh para pribumi mirip dengan badak prasejarah), Mbielu-mbielu-mbielu (ini mungkin merupakan jenis dari Stegosaurus ), dan juga Nguma-monene (ular besar mirip dengan Yacumama dari Amazon, namun bedanya konon makhluk ini memiliki gerigi disepanjang punggungnya).

Selain itu, sudah ada beberapa ekspedisi yang khusus memburu Mokele-mbembe. Meskipun beberapa dari ekspedisi telah melaporkan adanya pertemuan dari jarak dekat dengan Mokele-mbembe, namun belum ada yang bisa memberikan bukti bahwa makhluk itu ada. Satu-satunya bukti yang telah ditemukan adalah adanya cerita rakyat yang telah tersebar luas dalam periode yang cukup lama.

Laporan dari makhluk ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan kasus yang didokumentasikan dari para saksi, termasuk beberapa dari misionaris Eropa selama Abad Ke 19, membuktikan fakta bahwa beberapa jenis hewan yang belum ditemukan sebelumnya, berkeliaran di hutan dan rawa-rawa di salah satu daerah yang paling tidak ramah dunia, Afrika. Mungkin karena lingkungan yang sangat tidak ramah itulah yang menyelamatkan makhluk-makhluk itu dari kepunahan total.

1776: BONAVENTURE

Referensi paling awal yang mungkin relevan dengan cerita Mokele-mbembe (meskipun istilah ini tidak digunakan dalam sumber) berasal dari buku tahun 1776 yang ditulis oleh Abbé Lievain Bonaventure , seorang misionaris dari Perancis yang ditugaskan untuk wilayah Sungai Kongo. Di antara banyak pengamatan tentang flora, fauna, dan penduduk asli yang terkait dalam bukunya, Bonaventure mengaku telah melihat jejak kaki besar di wilayah tersebut. Makhluk yang meninggalkan jejak kaki tersebut memang tidak disaksikan, tapi Bonaventure menulis bahwa “sungguh besar sekali, Tanda-tanda cakar yang tercap di tanah, dan ini membentuk cetakan dengan diameter sekitar tiga kaki”

1909: GRATZ.

Menurut cerita lengkap Letnan Paul Gratz dari tahun 1909, legenda asli Lembah Sungai Kongo di era Zambia modern mengatakan tentang makhluk yang dikenal oleh orang-orang pribumi sebagai “Nsanga”, yang dikatakan menghuni kawasan Danau Bangweulu. Gratz menggambarkannya sebagai makhluk yang menyerupai sauropod. Ini adalah salah satu referensi paling awal yang menghubungkan legenda daerah ini dengan dinosaurus, dan telah dipertimbangkan untuk menggambarkan bentuk wujud dari makhluk Mokele-mbembe. Selain mendengar cerita dari Nsanga , Gratz memperlihatkan persembunyian makhluk itu, saat mengunjungi Pulau Mbawala.

1909: HAGENBECK

Tahun 1909 membawakan laporan cerita yang lain tentang makhluk Mokele-mbembe. Dalam Beasts and Men, otobiografi pemburu binatang besar terkenal, Carl Hagenbeck . Dia mengaku telah mendengar dari berbagai sumber independen tentang makhluk hidup di wilayah Kongo yang digambarkan sebagai “setengah gajah, setengah naga.”

carl_hagenbeck_1910_circa.jpg
Carl Hagenberg

Seorang naturalist, Joseph Mengeshad juga menceritakan kepada Hagenbeck tentang binatang yang diduga hidup di Afrika, yang digambarkan sebagai “sejenis dinosaurus, yang tampaknya mirip dengan brontosaurus .”

Sumber lain Hagenbeck, Hans Schomburgk , menegaskan bahwa dalam suatu waktu di Danau Bangweulu, ia mencatat berkurangnya jumlah kuda nil, pemandunya yang orang pribumi memberitahukan adanya makhluk besar pembunuh kuda nil yang hidup di Danau Bangweulu, namun, Schomburgk berpendapat bahwa kesaksian yang penduduk pribumi kadang-kadang tidak dapat dipercaya.

Laporan dari makhluk mirip dinosaurus di Afrika menimbulkan sebuah sensasi kecil di media massa, dan surat kabar di Eropa dan Amerika Utara membawa banyak artikel tentang subjek ini di 1910-1911, beberapa memberitakan laporan seperti apa adanya, sedang beberapa yang lain menyikapi dengan lebih skeptis.

1913: VON STEIN

Laporan lain berasal dari tulisan seorang Kapten Jerman, Freiherr von Stein zu Lausnitz , yang diperintahkan untuk melakukan sebuah survei tentang koloni Jerman di tempat yang sekarang bernama Kamerun pada tahun 1913. Dia mendengar cerita tentang reptil besar yang diduga hidup di hutan-hutan, dan memasukkan jenis binatang ini dalam laporan resminya. Menurut Willy Ley , “von Stein memberitakan laporannya dengan penuh kehati-hatian,” mengingat hal ini dipandangnya sebagai hal luar biasa.

Meskipun demikian, von Stein berpendapat ini sebuah cerita yang bisa dipercaya: pemandu lokal yang dipercayainya telah memberitahukan cerita kepadanya, dan cerita-cerita yang terkait kepada pemandu lokal tersebut berasal dari sumber-sumber independen, namun menampilkan banyak rincian yang sama. Meskipun laporan von Stein tidak pernah secara resmi diterbitkan, namun hal ini dimasukkan dalam karya-karyanya selanjutnya, termasuk juga sebuah buku tahun 1959 yang ditulis Willy Ley.

Von Stein menulis: “Hewan ini konon berwarna abu-abu kecoklatan dengan kulit halus, ukurannya kira-kira kurang lebih seukuran gajah, paling tidak seukuran kuda nil. Konon juga bahwa hewan ini memiliki leher panjang yang sangat lentur dan hanya mempunyai satu buah gigi, tetapi sangat panjang, beberapa orang mengatakan itu adalah sebuah tanduk. Beberapa orang mengatakan bahwa hewan ini memiliki ekor panjang berotot seperti ekor buaya. Sampan yang mendekat akan dihancurkannya, hewan ini sesekali menyerang kapal sekaligus membunuh (tanpa memakan tubuh) para awak kapalnya. Makhluk ini dikatakan hidup di gua-gua bawah tanah di daratan tepi sungai yang terbentuk dari tanah liat yang telah terkikis arus sungai. Hewan ini mendaki naik ke daratan bahkan pada siang hari untuk mencari makanan yang sepenuhnya adalah sayuran. Tumbuhan yang disukai sebagai makanannya telah ditunjukkan kepada saya, itu adalah sejenis Liana dengan bunga putih yang besar, dengan getah seperti susu dan buah-buahan semacam apel. Di Sungai Ssombo saya ditunjukkan jalan yang konon telah dibuat oleh hewan ini dalam tujuannya untuk mendapatkan makanannya. Jalan tersebut baru dan ada tumbuhan makanannya di situ. Tapi karena ada terlalu banyak jejak gajah, kuda nil, dan mamalia besar lainnya menjadikan tidak mungkin untuk memastikan sebuah jejak tertentu dari makhluk itu.”

artwork by bill rebsamen.jpg
Mokele-mbembe memakan Liana. (artwork by Bill Rebsamen)

1919-1920: SMITHSONIAN INSTITUTION

Sebuah ekspedisi yang beranggotakan 32 orang dikirim ke Afrika oleh Smithsonian Institution di Washington D.C. di antara tahun 1919 dan 1920. Tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk tambahan pendataan spesimen tanaman dan hewan. Fotografer gambar bergerak dari Universal Film Manufacturing Company disertakan dalam ekspedisi tersebut, dalam rangka untuk mendokumentasikan kehidupan di pedalaman Afrika.

Menurut seorang cryptozoologist, Loren Coleman dan Patrick Huyghe (penulis The Field Guide To Lake Monster), “pemandu Afrika menemukan jejak besar yang tidak terjelaskan di sepanjang tepi sungai dan kemudian di rawa tim mendengar suara auman misterius, yang tidak memiliki kemiripan dengan auman hewan yang telah dikenal saat ini”.

Namun, ekspedisi tersebut berakhir dengan tragedi. Pada saat mereka naik kereta api melalui daerah banjir di mana seluruh suku dikatakan telah melihat dinosaurus, lokomotif tiba-tiba tergelincir dan terbalik. Empat anggota tim badannya remuk hingga menemui ajal di bawah gerbong dan setengah lusin orang lainnya terluka parah. Ekspedisi tersebut didokumentasikan dalam surat kabar HL Shantz .

1927: SMITH

Pada tahun 1927, tercatat sebuah publikasi dari Trader Horn , sebuah buku otobiografi dari Alfred Aloysius Smith , yang pernah bekerja untuk sebuah perusahaan perdagangan Inggris di tempat yang sekarang bernama Gabon pada akhir tahun 1800-an. Dalam buku itu, Smith menyampaikan sebuah kisah yang diceritakan kepadanya dari para penduduk asli dan para penjelajah tentang seekor makhluk yang diberikan dua nama yang berbeda: Jago-nini dan Amali . Menurut Smith, Makhluk itu dikatakan sangat besar dan meninggalkan jejak kaki yang besar, bulat, dengan tiga cakar.

1932: SANDERSON

Cryptozoologist Ivan T. Sanderson mengklaim bahwa ketika dia berada di Kamerun pada tahun 1932, ia melihat seekor makhluk yang sangat besar di Sungai Mainyu. Makhluk itu, tampaknya tengah terluka parah, hanya secara singkat terlihat karena makhluk itu lalu menceburkan diri ke dalam air. Kepala binatang itu saja sudah hampir seukuran kuda nil, menurut Sanderson makhluk itu berwarna ke-gelap-an. Pemandu lokal-nya menyebutnya makhluk M’koo m’bemboo , dalam ejaan fonetik Sanderson.

1938: VON BOXBERGER

Pada tahun 1938, seorang penjelajah bernama Leo von Boxberger melakukan sebuah ekspedisi dalam rangka untuk menyelidiki laporan tentang Mokele-mbembe. Dia mengumpulkan banyak informasi dari penduduk asli, tetapi catatan dan sketsanya harus ditinggalkan pada saat terjadi sebuah kebakaran pada suku setempat.

1939: VON NOLDE

Pada tahun 1939, German Colonial Gazette (dari Angola) menerbitkan sebuah surat dari Frau Ilse von Nolde , yang menegaskan bahwa ia telah mendengar tentang hewan yang disebut Coye ya menia (singa air) dari pengakuan banyak saksi mata, baik saksi pribumi maupun dari pemukim. Dia menggambarkan seekor makhluk berleher panjang yang hidup di sungai-sungai, dan makhluk tersebut seukuran kuda nil, bahkan tidak menutup kemungkinan ukurannya lebih besar. Hal itu diketahui terutama karena makhluk ini mampu menyerang kuda nil, bahkan dari air naik ke permukaan tanah untuk melakukannya, meskipun tidak pernah memakan mereka.

1966: RIDEL

Pada bulan Agustus atau September tahun 1966, Yvan Ridel mengambil sebuah gambar jejak kaki raksasa dengan tiga jari,di arah timur laut dari Loubomo, yang patut diperhatikan adalah bahwa kuda nil memiliki empat jari kaki, bukan tiga jari. Jadi, jejak tersebut bisa dipastikan buka jejak kuda nil.

1976: POWELL

Pada tahun 1960, sebuah ekspedisi ke Zaire direncanakan oleh seorang herpetologis, James H. Powell, Jr. yang menjadwalkan berangkat tahun 1972, namun dibatalkan karena kesulitan soal legalitas.

Meski demikian, pada tahun 1976 Powell memecahkan permasalahan perjalanan internasional, dan pergi ke Gabon sebagai gantinya, berkat inspirasi dari buku Trader Horn. Dia mendapat jaminan finansial dari Explorer’s Club. Meskipun penelitian Powell jelas-jelas bertujuan untuk mempelajari buaya, tapi ia juga berencana untuk mempelajari Mokele-mbembe.

Dalam perjalanannya, Powell memperoleh pengakuan dari seorang saksi mata tentang hewan yang disebut N’yamala , atau Jago-nini, yang mana Powell berpendapat bahwa hewan ini sama dengan yang disebut Amali dalam buku Smith tahun 1920-an. Orang pribumi di situ juga menyatakan bahwa makanan N’yamala adalah tumbuhan Liana, seperti yang telah diberitakan Von Stein pada setengah abad sebelumnya.

Ketika Powell menunjukkan gambar ilustrasi dari berbagai bentuk wujud hewan, baik yang masih hidup maupun yang sudah punah kepada orang pribumi di situ, mereka umumnya berpendapat bahwa Diplodocus adalah bentuk wujud yang paling mirip dengan N’yamala.

1979: POWELL

Tahun 1979, Powell kembali lagi ke daerah yang sama di Gabon, dan mengaku mendapat cerita lebih lanjut mengenai N’yamala dari orang pribumi lainnya. Dia juga membuat sebuah koneksi yang sangat berharga dengan misionaris Amerika Eugene Thomas, yang bisa memperkenalkannya pada pernyataaan beberapa saksi mata.

Powell memastikan bahwa N’yamala itu mungkin identik dengan Mokele-mbembe. Meskipun tampaknya N’yamala adalah hewan herbivora, tapi para saksi melaporkan bahwa makhluk yang menakutkan ini dikenal sering menyerang perahu yang dikemudikan mendekatinya.

1979: THOMAS

Pada tahun 1979, pendeta Thomas Eugene dari Ohio AS, menyampaikan kepada James Powell dan Roy P. Mackal tentang sebuah cerita pembunuhan Mokele-mbembe di dekat Danau Tele pada tahun 1959.

Thomas adalah seorang misionaris gereja yang telah bertugas di Kongo sejak tahun 1955, dia telah mengumpulkan banyak bukti dan laporan-laporan paling awal perihal Mokele-mbembe, dan mengklaim telah mendapat dua kali pengalaman bertemu jarak dekat dengan makhluk tersebut.

Menurut peneliti William Gibbons yang melakukan ekspedisi besar ke Kongo selama tahun 1985 hingga 1986 dan mencari lagi pada tahun 1992 untuk membuktikan keberadaan Mokele-mbembe, Pendeta Eugene P. Thomas yang mewawancarai dua saksi mata dari suku tersebut bersumpah bahwa makhluk itu adalah dinosaurus.

Thomas bersaksi bahwa suku pigmi di daerah danau Tele, dari suku Bangombe, sering mengalami gangguan oleh hewan besar yang menyerang wilayah penangkapan ikan mereka. Penduduk asli mengklaim bahwa makhluk-makhluk yang datang dari rawa itu adalah Mokele-mbembe. Untuk mengalahkan mereka penduduk asli membangun hambatan kayu untuk menjaga makhluk keluar dari danau dan melindungi wilayah memancing mereka.

Rencana tersebut tampaknya berjalan mulus sampai suatu hari, dua dari makhluk tersebut terlihat berusaha merusak penghalang dengan mencoba untuk menginjak-injaknya dan menerobos ke dalam danau.

Pada titik itu, suku pigmi, dengan bersenjata tombak, berhasil mengusir salah satu makhluk dan membunuh salah satunya. Kemudian makhluk/binatang yang terbunuh tersebut, oleh suku pigmi , diiris menjadi potongan-potongan dan butuh beberapa hari untuk mengirisnya.

mokele_mbembe_attacked.jpg

Gibbons menulis tentang insiden itu di tahun 1960: “Pekerjaan ini [menyembelih] butuh beberapa hari karena ukuran binatang tersebut digambarkan lebih besar dari gajah hutan dengan leher panjang, berkepala kecil seperti kadal atau ular, yang dihiasi dengan embel-embel seperti sisir. Para prajurit pigmi juga menggambarkan ekor yang panjang dan fleksibel, kulit halus berwarna coklat kemerahan dan empat kaki gemuk tapi memiliki lutut yang kuat dengan jari-jari kaki bercakar. Pendeta Thomas juga menyebutkan bahwa dua orang pigmi menirukan teriakan hewan saat sedang diserang dan ditusuk. Menurut dua saksi yang terkait kejadian itu kepada sang pendeta, sebuah pesta desa diadakan untuk merayakan kemenangan terhadap dua Mokele-mbembe. Dan sudah menjadi tradisi, daging hewan yang ditaklukan dalam pertempuran, dipanggang dan dimakan. Itu adalah kesalahan besar.”

Gibbons lebih lanjut menulis: “Namun, mereka yang berpartisipasi dalam pesta itu akhirnya meninggal dunia, baik karena keracunan makanan atau dari penyebab alami. Perlu dicatat bahwa orang pigmi jarang hidup lebih dari 35 tahun, dan wanita melahirkan dari usia 12 tahun. Saya juga percaya bahwa mythification (hal-hal klenik) yang mengelilingi kisah-kisah Mokele-mbembe selanjutnya berawal dari insiden ini.”

1980: MACKAL-POWELL

Dalam ekspedisi ketiganya di bulan Februari 1980, Powell bergabung dengan Roy P. Mackal. Berdasarkan pengakuan saksi mata, Powell dan Mackal memutuskan untuk memfokuskan upaya mereka dengan mengunjungi wilayah Kongo utara, dekat Likouala aux Herbes River dan Danau Tele yang terpencil. Pada tahun 1980, wilayah ini jarang dieksplorasi dan sebagian besar belum dipetakan, namun ekspedisi tersebut akhirnya tidak bisa mencapai Danau Tele.

Powell dan Mackal berhasil mewawancarai beberapa orang yang mengaku telah melihat Mokele-mbembe, dan Clarke menulis bahwa deskripsi Mokele-mbembe adalah “sangat mirip.. hewan dengan panjang 15 sampai 30 kaki atau sekitar 5 sampai 9 m (kepala dan leher yang mirip ular, ditambah ekor tipis yang panjang). Bentuk Tubuh makhluk itu mengingatkan kepada bentuk kuda nil, hanya saja lebih bulat.. Selanjutnya, informan selalu menunjuk ke gambar sauropod ketika ditunjukkan gambar-gambar berbagai bentuk wujud hewan sebagai pembanding wujud Mokele-mbembe. ”

Mackal dan Powell pun diwawancarai oleh Arthur C. Clarke sebelum dan sesudah ekspedisi ini untuk sebuah acara TV Dunia, Mysterious World.

1981: MACKAL-BRYAN

Mackal dan Jack Bryan bergabung dalam sebuah ekspedisi ke daerah yang sama pada akhir tahun 1981. Mackal seharusnya bergabung dengan Herman Regusters , tetapi mereka sedang mengalami konflik dalam hal keuangan, peralatan dan kepemimpinan sehingga memutuskan untuk berpisah dan membuat ekspedisi tersendiri.

Meskipun sekali lagi Mackal tidak dapat mencapai Danau Tele, ia mengumpulkan rincian tentang makhluk kriptid lain dan kemungkinan adanya dinosaurus hidup, seperti Emela-ntouka, Mbielu-Mbielu-Mbielu, Nguma-monene, Ndendeki (kura-kura raksasa), Mahamba (buaya raksasa dengan panjang 15 meter), dan Ngoima (seekor monyet raksasa pemakan Elang). Di antara rombongannya adalah J. Richard Greenwell, M. Justin Wilkinson , dan seorang ahli zoologi dari Kongo, Marcellin Agnagna .

Ekspedisi tahun 1981 barangkali yang satu-satunya menonjolkan “Close Encounter” dari ekspedisi Mackal. Ini terjadi tatkala sampai di sungai, mereka mendengar suara cebar cebur keras dan melihat apa yang Greenwell gambarkan sebagai “[sebuah] riak air yang besar (kurang lebih 5 kaki) … yang berasal dari pinggir sungai sebelah timur “.

J.Richard Greenwell menegaskan bahwa riak air pasti telah disebabkan oleh “objek bernyawa” yang tidak seperti buaya atau kuda nil. Selain itu, Greenwell mencatat bahwa pertemuan itu terjadi di sebuah tikungan sungai yang tajam di mana menurut penduduk asli, Mokele-mbembe kerap kali tinggal di perairan dalam tepat di tempat itu.

Di tahun 1987, terbit sebuah buku karya Mackal yang berjudul A Living Dinosaur?, Di mana Mackal merinci ekspedisinya dan juga kesimpulannya tentang Mokele-mbembe. Mackal mencoba mengumpulkan dana untuk perjalanan tambahan ke Afrika, namun tidak berhasil.

1981: REGUSTERS

Pada tahun 1981, insinyur Amerika Herman Regusters memimpin ekspedisi Mokele-mbembe sendiri, setelah terjadinya konflik dengan ekspedisi Mackal-Bryan yang sebelumnya diharapkan untuk bergabung. Regusters dan istrinya, Kai mencapai Danau Tele, tinggal di sana selama sekitar dua minggu. Dari 30 anggota ekspedisi (28 orang adalah laki-laki dari desa Boha), hanya Herman Regusters dan istrinya yang mengklaim telah mengamati suatu “makhluk berleher panjang” dalam perjalanan di seberang Danau Tele. Mereka juga mengklaim telah mencoba mem-film-kan makhluk tersebut, namun film-film mereka rusak berkat panas dan kelembaban. Hanya satu gambar yang dirilis menunjukkan suatu objek yang besar tetapi tidak dapat diidentifikasikan di danau.

Ekspedisi Regusters kembali pulang dengan membawa bukti kotoran dan cetakan gips jejak kaki, yang Regusters yakini berasal dari Mokele-mbembe. Ekspedisi ini juga membawa rekaman suara yang Regusters yakini sebagai suara teriakan Mokele-mbembe.

Bukti rekaman ini dikirim untuk dievaluasi secara teknis kepada sumber Zoologis terkenal, tapi hasilnya tidak begitu meyakinkan, selain perlu dicatat bahwa suara tersebut tidak ada hubungannya dengan setiap suara satwa liar yang telah dikenal.

Kendatipun ini hasilnya, kesimpulan Regusters tentang rekaman ini kemudian ditantang oleh Mackal, yang menegaskan bahwa Mokele-mbembe tidak memiliki suatu suara teriakan. Mackal menegaskan bahwa vokalisasi yang lebih tepat dikaitkan dengan Emela-ntouka, makhluk serupa yang ditemukan dalam legenda Afrika Tengah

Herman Alphanso Regusters meninggal pada 19 Desember 2005, dalam usia 72 tahun.

1983: AGNAGNA

Seorang Ahli Biologi Kongo, Marcellin Agnagna memimpin ekspedisi di tahun 1983 dari Kongo menuju Danau Tele. Menurut Ceritanya sendiri, Ia mengaku telah melihat Mokele-mbembe pada jarak dekat selama sekitar 20 menit. Dia mencoba untuk mem-film-kannya, namun di dalam kegembiraannya, ia lupa membuka penutup lensa kameranya. Dalam sebuah wawancara di tahun 1984, Agnagna menyampaikan hal yang kontradiktif, bahwa filmnya rusak bukan karena tutup lensa, tetapi karena kamera Super 8 miliknya berada pada pengaturan yang salah: makro bukannya telephoto.

1985: NUGENT

Pada bulan Desember 1985, Rory Nugent melihat suatu anomali yang bergerak melewati tengah Danau Tele, sekitar 1 kilometer dari posisinya di daratan. Dalam ceritanya yang telah diterbitkan sebagai sebuah buku, Nugent mengklaim bahwa anomali itu berbentuk seperti “slender french curve” dan bergerak melalui danau dengan sedikit riak air. Ketika ia hendak meluncurkan perahu untuk menyelidiki, ia diperintahkan oleh penduduk asli di bawah todongan senjata agar tidak mendekati anomali itu. Nugent menulis bahwa penduduk asli menganggap makhluk itu sebagai dewa. Nugent juga memberikan beberapa gambar makhluk itu, sayangnya terlalu kabur untuk dapat diidentifikasi.

1985-1986: OPERATION CONGO

Operasi Kongo berlangsung antara Desember 1985 dan awal tahun 1986 oleh “empat pemuda Inggris yang antusias tapi naif,” yang dipimpin oleh Young Earth Creationist, William Gibbons. Mereka menyewa Agnagna untuk membawa mereka ke Danau Tele, tetapi tidak melaporkan satupun penampakan Mokele-mbembe.

Orang-orang Inggris itu, bagaimanapun, menegaskan bahwa Agnagna adalah seseorang yang “tak lebih dari pembohong, dia menipu dan mencuri (film dan persediaan kami) dan membuat para kuli melawan kami.” Setelah tuntutan pidana yang diajukan terhadap Agnagna, pengadilan Kongo memerintahkannya untuk mengembalikan barang yang telah dia ambil dari ekspedisi.

Meskipun para rombongan ekspedisi tidak menemukan bukti dari Mokele-mbembe, mereka menemukan subspesies kera baru, yang kemudian diklasifikasikan sebagai monyet Crested Mangabey (Cerocebus galeritus) , serta spesimen ikan dan serangga.

1986: BOTTERWEG

Pada tahun 1986, tercatat sebuah ekspedisi lain yang terdiri dari empat orang Belanda, dipimpin oleh ahli biologi Belanda Ronald Botterweg , yang sudah memiliki pengalaman dengan penelitian hutan hujan tropis di Republik Demokratik Kongo, dan yang kemudian mengunjungi, tinggal, dan bekerja di beberapa negara Afrika. Ekspedisi ini memasuki Kongo dengan menyusuri Sungai Ubangi di Republik Afrika Tengah, untuk mencapai Danau Tele, dengan sekelompok pemandu dari Desa Boha, yang mana beberapa di antaranya juga pernah memandu Regusters.

Karena mereka hanya berhasil mendapatkan izin dari pemerintah setempat untuk waktu yang sangat terbatas di daerah itu, mereka hanya menghabiskan waktu sekitar tiga hari di danau sebelum kembali ke Boha. Selama berada di danau mereka menghabiskan waktu sebanyak mungkin mengamati danau dan sekitarnya dari kamp sementara mereka di daratan sebelah timur laut, dan menjelajahi daerah itu dengan mendayung sampan kecil yang terbuat dari batang pohon. Tidak ada tanda-tanda hewan besar apapun yang ditemukan.

Dalam perjalanan kembali, setibanya di kota Impfondo, mereka ditahan bersama ahli biologi Kongo, Agnagna dan timnya, yang baru saja tiba di sana untuk sebuah ekspedisi dengan tim Operasi Kongo dari inggris, diduga karena tidak memiliki dokumen yang sesuai. Mereka ditahan untuk sementara waktu, dan sebagian besar film mereka disita, sebelum akhirnya dibebaskan dan meninggalkan negara itu.

Tidak ada tanda-tanda, jejak atau dalam bentuk apapun atau bukti nyata dugaan hewan yang terlihat. Terlepas dari kenyataan bahwa para pemandu Afrika sangat mampu dan berpengalaman dalam berburu, memandu dan ahli dalam menjelajah hutan hujan Afrika, mereka ternyata tetap tidak mampu menunjukkan jejak atau tanda Mokele-mbembe. Anehnya adalah fakta bahwa pemandu yang diwawancarai oleh ekspedisi Belanda dan yang juga memandu Regusters, menyatakan bahwa mereka tidak pernah melihat Mokele-mbembe selama ekspedisi itu, meskipun Regusters sendiri mengklaim telah melihatnya.

Ekspedisi ini mendapat perhatian di media Belanda (radio, TV, dan surat kabar) di tahun 1985-1987, dan juga dalam sebuah acara nostalgia radio dari stasiun radio Belanda pada channel 2, tanggal 7 Maret 2011.

1988: JAPANESE EXPEDITION

Ekspedisi Lainnya ke daerah yang sama, dilakukan oleh Jepang selama tahun 1988, dipimpin oleh seorang pejabat satwa liar Kongo, Jose Bourges , yang melaporkan pengamatan “binatang binatang besar berpunuk belakang, perlahan-lahan bergerak bersama, seolah-olah mencari makan di dasar danau.” Dalam ekspedisi ini, Bourges mendapatkan laporan penampakan Mokele-mbembe dari semua anggota ekspedisi.

Pada tahun 1992, anggota kru film dari Jepang diduga telah mem-film-kan sebuah video Mokele-mbembe. Ketika mereka sedang syuting udara dari pesawat kecil di atas kawasan Danau Tele, dan berniat untuk mendapatkan beberapa gambar untuk film dokumenter, juru kamera melihat gangguan di dalam air. Dia berjuang untuk mempertahankan fokus pada objek, yang terlihat menciptakan riak air. Sekitar 15 detik penampakan berhasil difilm-kan, yang mana para skeptis meng-identifikasinya sebagai salah satu dua dari dua pria di sebuah kano atau seekor gajah yang tengah berenang.

1989; O’Hanlon

Penulis Inggris Redmond O’Hanlon melakukan perjalanan ke wilayah tersebut pada tahun 1989 dan bukan cuma gagal dalam menemukan bukti Mokele-mbembe tetapi juga menemukan bahwa banyak orang lokal percaya bahwa makhluk itu sebenarnya adalah suatu roh, bukan makhluk fisik. Pengalaman O’Hanlon dicatat dalam Granta no.39 (1992) dan dalam bukunya Kongo Journey (Inggris, 1996), diterbitkan dengan judul no Mercy di Amerika Serikat (1997).

redmond o'hanlon at the 2010 science &  technology summitin the hague-001.jpg
O’hanlon

1992: OPERATION CONGO 2

William Gibbons melakukan ekspedisi keduanya di tahun 1992, berserta dengan Rory Nugent, Gibbons menelusuri hampir dua pertiga dari Sungai Bai dilanjutkan dengan menelusuri dua danau, yakni Danau Fouloukuo dan Danau Tibeke. Menurut cerita rakyat lokal, kedua danau dianggap situs aktivitas Mokele-mbembe. Meskipun mereka telah mendokumentasikan perihal legenda lokal dengan lebih lanjut dan Nugent telah mengambil dua foto dari objek tak dikenal di dalam air yang salah satunya ia klaim sebagai foto kepala makhluk itu, namun ekspedisi ini dianggap gagal dalam memberikan bukti keberadaan Mokele-mbembe.

1998: EXTREME EXPEDITIONS

The Extreme Expeditions team telah ditetapkan untuk perjalanan ke wilayah Likouala, namun perang saudara tahun 1997-1999 telah membuat hal ini mustahil dilakukan.

1999: FAY

Mega Transect Tahun 1999 menuju lembah sungai di hutan belantara Kongo oleh ahli biologi dan penjelajah Afrika, J. Michael Fay juga tidak menemukan adanya jejak Mokele-mbembe. Rupanya, perjalanan ini tidak melewati daerah Likouala dan Danau Tele.

2000: EXTREME EXPEDITIONS

Pada bulan Januari tahun 2000, Kongo Millennium Expedition (DINO2000) ditetapkan sebagai The Extreme Expeditions yang kedua, yang terdiri dari Andrew Sanderson, Adam Davies, Keith Townley , penjelajah dari Swedia Jan- Ove Sundberg , dan lima orang lainnya. Adam Davies telah berbicara perihal Mokele-mbembe pada BBC video tahun 2011 lalu.

2000: GIBBONS

Pada bulan November tahun 2000, William Gibbons melakukan beberapa penelitian pendahuluan di Kamerun untuk ekspedisi di masa depan. Ia didampingi oleh David Wetzel , dan videografer Elena Dugan . Ketika mereka tinggal sementara dengan sekelompok pigmi, mereka diberitahu tentang seekor hewan yang disebut Ngoubou, seekor makhluk yang bertanduk. Orang-orang pigmi menegaskan itu bukan badak biasa, karena memiliki lebih dari satu tanduk (enam tanduk, menurut cerita seorang saksi mata), dan bahwa beberapa tahun yang lalu, seorang ayah dari salah seorang anggota senior kaum pigmi telah membunuh satu ekor Ngobou dengan menggunakan tombak. Penduduk lokal mendapati semakin berkurangnya populasi hewan tersebut akhir-akhir ini, dan menjadi sulit untuk menemukannya. Gibbons mengidentifikasi hewan tersebut dengan Styracosaurus , namun, selain hewan ini telah punah, hewan ini diketahui hanya menghuni Amerika Utara saja.

2001: CRYPTOSAFARI/BCSCC

Pada bulan Februari tahun 2001, dalam sebuah usaha bersama antara CryptoSafari dan British Columbia Scientific Cryptozoology Club(BCSCC) , sebuah tim peneliti melakukan perjalanan ke Kamerun yang terdiri dari William Gibbons, Scott T. Norman, John Kirk dan penulis Robert A. Mullin . Pemandu lokal mereka adalah Pierre Sima Noutchegeni . Mereka juga didampingi oleh kru film BBC. Hasilnya, tidak ada satu buktipun tentang Mokele-mbembe yang ditemukan.

2004: CRYPTID HUNTERS

Pada bulan Desember 2004, Roland Smith menerbitkan buku Cryptid Hunters, yang berisi tentang sebuah pencarian makhluk yang sulit dipahami di Danau Tele di Kongo.

2006: MARCY

Pada bulan Januari 2006, Milt Marcy Expedition melakukan perjalanan menyusuri sungai Dja di Kamerun, dekat perbatasan Kongo. tim ini terdiri dari Milt Marcy, Peter Beach, Rob Mullin dan Pierre Sima . Mereka bercakap-cakap dengan para saksi yang mengaku telah melihat Mokele-mbembe dua hari sebelumnya, sedang mereka sendiri tidak menemukan hewan itu. Meski demikian, mereka kembali pulang dengan membawa cetakan gips yang mereka yakini sebagai bekas jejak Mokele-mbembe.

2006: NATIONAL GEOGRAPHIC

Sebuah episode di bulan Mei 2006 yang berjudul “Super Snake” dari serial National Geographic Dangerous Encounters, tentang sebuah ekspedisi ke danau Tele yang dipimpin oleh Brady Barrto , namun tidak ada hewan misterius yang ditemukan di situ.

2006: VICE GUIDE TO TRAVEL

Pada tahun 2006, David Choe melakukan perjalanan ke Republik Kongo untuk mencari makhluk Mokele-mbembe untuk Vice di segmen The Last Dinosaur of the Congo. Choe dan teman-temannya gagal menemukan hewan ini dan fokus dokumenter beralih ke ritual-ritual yang dilakukan pemandu Pigmi mereka.

2008: DESTINATION TRUTH

Pada bulan Maret 2008, sebuah episode dari SyFy (sebelumnya bernama SciFi Channel) seri Destination Truth melibatkan investigator Joshua Gates dan kru-nya mencari makhluk itu. Mereka tidak mengunjungi wilayah Likouala yang meliputi Danau Tele, tetapi mereka mengunjungi Danau Bangweulu di Zambia, yang juga memiliki laporan tentang makhluk yang sama di awal abad ke-20, yang disebut Nsanga. Kru Destination Truth terus menyebut hewan itu dengan Mokele-mbembe kepada penduduk setempat, padahal nama Mokele-mbembe hanya digunakan di Republik Kongo. Nama yang khusus digunakan di tempat tersebut adalah Chipekwe .

Episode ini menampilkan rekaman video pertemuan yang difilmkan dari jarak yang sangat jauh. Dalam menerapkan teknik peningkatan video digital, pertemuan itu terbukti menjadi tak lebih dari dua ekor kuda nil yang sedang berendam.

2009: MONSTERQUEST

Pada bulan Maret 2009, sebuah episode dari serial History Channel, MonsterQuest, melibatkan William Gibbons, Rob Mullin , pemandu lokal Pierre Sima dan dua orang kru film dari White Wolf Productions. Mengambil lokasi di Kamerun, di wilayah Dja, Boumba, dan sungai Nkogo, dekat dengan perbatasan Republik Kongo. Episode ini ditayangkan pada musim panas tahun 2009, dan juga menampilkan wawancara dengan Roy P. Mackal dan Peter Beach dari Milt Marcy Expedition 2006.

Meskipun tidak ada penampakan yang dilaporkan pada ekspedisi ini, tim menemukan bukti sebuah gua bawah tanah yang besar dengan ventilasi udara. Tim juga menerima pembacaan sonar yang sangat panjang, sosok ular bawah air.

2011: BEAST HUNTER

Sebuah episode Beast Hunter di bulan Maret 2011 di National Geographic Channel menampilkan sebuah pencarian Mokele-mbembe di lembah Kongo.

EKSPEDISI AKAN TERUS BERLANJUT DI MASA DEPAN

Meskipun kisah atau laporan penampakan bukan merupakan bukti ilmiah, menarik untuk dicatat bahwa ahli zoologi ortodoks telah menertawakan laporan penjelajah dan petualang Eropa yang kembali dari Afrika selama tahun 1700-an tentang adanya mahluk berleher dan berkaki panjang. Mereka mengatakan bahwa tidak mungkin ada mahluk berkaki dan berleher panjang seperti yang digambarkan. Dan baru kemudian terbukti bahwa mahluk-makhluk berleher panjang itu benar benar ada yang sekarang kita sebut jerapah.

Juga secara bulat-bulat dibantah oleh para ahli masa itu tentang laporan saksi mata dari binatang bertanduk tunggal di depan kepala yang hidup di dataran Afrika. Makhluk itu dikatakan khayalan berdasarkan kisah Unicorn . Sampai para ilmuwan yang mengatakan bahwa hal itu adalah mitos, melihat sendiri bukti mutlak keberadaaan binatang itu yang akhirnya dikenal di dunia Barat sebagai badak.

Sama seperti ahli-ahli masa lalu yang tidak menyelidiki bukti, ahli zoologi modern mengabaikan laporan dinosaurus hidup. Bagi mereka ide ini tidak masuk akal dan mereka menganggap makhluk seperti itu tidak mungkin ada.

Meskipun Mokele-mbembe telah terlihat ratusan kali di sekitar Rawa Likouala, laporan tersebut diabaikan oleh hampir semua ilmuwan, kecuali beberapa diantara mereka. Satu masalah serius yang harus dihadapi siapapun yang akan meneliti didaerah ini adalah, daerah ini penuh dengan ribuan serangga penyengat, termasuk lebah pembunuh. Siput, lintah, dan berbagai ular berbisa mendiami areal tersebut. Tantangan lain bagi peneliti yang bermaksud melacak keberadaan mahluk ini adalah ukuran raksasa dari Rawa Likouala. Rawa, tanah rawa dan danaunya mencakup sekitar ukuran yang sama dengan gabungan dari negara bagian New Hampshire dan Ohio.

Laporan-laporan penampakan dan pertemuan dengan Mokele-mbembe dari banyak nelayan di sungai dan beberapa tempat, bukanlah bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa makhluk itu ada. Dan bahkan berbagai laporan terus datang kepada pihak berwenang dari penduduk setempat dan ilmuwan terus membantahnya.

Hampir semua saksi mata yang mengklaim telah melihat hewan tersebut setuju bahwa, dari berbagai gambar dinosaurus yang ditunjukkan kepada mereka, Mokele mbembe sangat mirip dalam penampilan Apatosaurus yang dikabarkan telah punah.

Lebih banyak ekspedisi direncanakan di masa depan. Mungkin di tahun-tahun mendatang keberadaan dinosaurus hidup, Mokele-mbembe yang misterius, akhirnya akan terbukti benar. (bs22)

Sumber: en.wikipedia.org

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di The Cryptid Files dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke The Dinosaur Project: Ekspedisi-Ekspedisi Pencarian Mokele-mbembe di Afrika

  1. reseboi berkata:

    i’ve seen Mokele-mbembe with my own eyes.. he has evolution to be a small size.
    i seen him smashing his head to make deep dark hole.. ?!, after finish his job and tired, he spit out something likes liquid latex white-milk. the thing skin is black-dark brown colour and have an short hairy in his neck. and the my native call him is a Penisaurus.

    you can see him now near between your legs.., and my fave band from indiana (AXL) the Guns n’ Roses said in a song call ” Mr.Brownstone “.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s