Misteri Makhluk Batutut

cryptid files.jpg
http://www.bamssatria22.wordpress.com
batututheader-bs22.jpg

BATUTUT/SEDAPA/UJIT
-Hominid Cryptid
-1918
-Bukit Barisan, Sumatra, Indonesia
Kalimantan, Indonesia
Vu Quang, Vietnam

bamssatria22.wordpress.com

Batutut (Ujit/Nguoi Rung/Sedapa), kadang-kadang juga dikenal sebagai “Manusia hutan”, yakni makhluk yang termasuk dalam kategori hominid cryptid yang konon mirip dengan bigfoot. Komunitas makhluk Batutut kemungkinan hidup menghuni cagar alam Vu Quang dan area hutan belantara di Vietnam , Laos dan Kalimantan Utara.

Penampakan Batutut (kadang-kadang disebut sebagai Ujit atau Sedapa), dilaporkan sejak tahun 1918 di belantara cagar alam Vu Quang Vietnam dan Malaysia dan kalimantan. makhluk ini digambarkan sebagai makhluk penuh berbulu, dengan tinggi sekitar 4 atau 5 kaki dan perutnya buncit, berbahu tebal dan berleher kasar. Batutut yang berjenis kelamin perempuan konon dikatakan memiliki payudara panjang terjumbai. Mereka berjalan tegak dengan dua kaki dan gaya berjalan yang kaku.

Di Kalimantan, para saksi menggambarkannya sebagai makhluk dengan tinggi empat kaki dan sangat agresif, kadang-kadang membunuh manusia dengan mengoyak jantung mereka.

PENAMPAKAN TAHUN 1918

Penduduk desa di bukit Barisan Sumatera menceritakan perjumpaan mereka dengan Batutut. Makhluk berbulu diceritakan berdiri sekitar 50 meter dari mereka dan menatap tajam kearah mereka dan kemudian acuh tak acuh berjalan pergi. Peristiwa ini terjadi di awal abad kedua puluh, dan L.C. Westenek , Gubernur Sumatera saat itu, menerima laporan tertulis tentang pertemuan mereka dengan ‘Orang Liar’ tersebut.

Seorang Pengawas perkebunan di bukit Barisan, bersama dengan beberapa pekerja, yang mengamati Sedapa atau Orang Liar mengatakan, “Suatu makhluk besar, berkaki pendek, namun berlari seperti seorang manusia, dan hendak merintangi jalanku, makhluk itu sangat berbulu dan itu bukanlah orang-utan, tetapi wajahnya tidak seperti manusia kebanyakan. Dengan diam dan tajam makhluk ini memberikan tatapan yang tidak menyenangkan dan kemudian berlari menjauh”(Sanderson 1961, hlm 216-217).

Bahkan ada laporan-laporan yang menceritakan bahwa orang-orang bisa duduk dengan Batutut, menawarkan makanan kepada makhluk itu dan mendengarnya bergumam dengan kata-kata tidak dapat mereka mengerti.

Pada tahun 1918, seorang pemburu, Mr.Van Heerwarden , dilaporkan melihat jejak yang sangat mirip dengan jejak manusia berkaki telanjang. Dia mencoba menelusuri hutan itu tetapi gagal menemukan satu orangpun di situ.

PERISTIWA VAN HEERWARDEN 1923

Beberapa tahun kemudian, yakni pada tahun 1923, Mr.Van Heerwarden melihat jejak kaki yang sama. Dia mengikuti jalur jejak itu dan kemudian melihat seorang pria liar di pohon: “Saya menemukan suatu makhluk gelap dan berbulu di atas cabang pohon.. Sedapa ini juga berbulu di bagian depan tubuhnya, warna sedikit lebih terang daripada bulu belakang yang hitam gelap. Rambutnya yang sangat gelap yakni di atas kepalanya hingga bagian bahu di bawah tulang belikat atau bahkan hampir ke pinggang.. Saat sedang berdiri, lengannya akan mencapai sedikit di atas lutut, karena tangan mereka itu panjang, tapi kakinya sepertinya kulihat agak pendek. Aku tidak melihat kakinya, tapi aku melihat beberapa jari kaki yang melangkah dalam gaya yang sangat normal …. Tidak ada yang menjijikkan atau buruk tentang wajahnya, juga tidak mirip dengan kera sama sekali”(Sanderson 1961, hlm 222-223). Setelah mengamati selama beberapa saat, Van Heerwarden membiarkan makhluk itu melarikan diri.

L’HOME SAUVAGE 1947

Sebuah penampakan makhluk Batutut pada tahun 1947 yang di lihat oleh penjajah Prancis mengacu pada suatu makhluk yang disebut sebagai L’Homme Sauvage (manusia liar). Sarjana Vietnam menyebutnya sebagai Nguoi Rung (manusia hutan).

PENAMPAKAN SELAMA PERANG VIETNAM

Dalam bukunya yang berjudul Very Crazy G.I. – Strange but True Stories of the Vietnam War, Kregg P.J. Jorgenson menceritakan sebuah penampakan semacam makhluk oleh satu tim tentara AS. Orang-orang menyebut makhluk tersebut sebagai “Rock Ape” dan melaporkannya sebagai makhluk bertubuh kecil dengan tinggi sekitar 5 kaki dan memiliki bulu berwarna semburat kemerahan.

Dua Makhluk Nguoi Rung dilaporkan pernah ditangkap oleh anggota suku di diekat propinsi Dak lak Vietnam pada tahun 1971. Pada tahun 1974 seorang jenderal Vietnam Utara, Hoang Minh Thao , diminta melakukan sebuah ekspedisi untuk menemukan bukti keberadaan makhluk tersebut. Para ilmuwan yang mengambil bagian di ekspedisi berbahaya ini termasuk Profesor Vo Quy dan Le Khoi Vu dari Hanoi University dan Profesor Hoang Xuan Chinh dari Institut Arkeologi di Hanoi . Meskipun ekspedisi kembali dengan beberapa gajah baru untuk sirkus, namun keberadaan Nguoi Rung tak berhasil ditemukan.

PENELITIAN MCKINNON DI KALIMANTAN,1969

Pada tahun 1969, John McKinnon, yang berangkat ke Kalimantan untuk mengamati orangutan, menemukan beberapa jejak kaki mirip manusia. McKinnon bertanya kepada tukang perahu Melayu-nya, jejak siapakah itu. “Tanpa ragu-ragu tukang perahu Melayu-saya menjawab; Batutut,” tulis McKinnon, “tetapi ketika saya memintanya untuk menggambarkan tentang binatang itu, dia bilang itu bukan binatang tapi sejenis hantu.. Batutut, dia mengatakan kepada saya, tingginya sekitar empat kaki, berjalan tegak seperti manusia dan memiliki surai panjang berwarna hitam.. Seperti roh lain dari hutan, makhluk ini sangat menghindari cahaya dan api “(Green 1978, p. 134).

Kemudian, di Malaya [Malaya di Pulau Kalimantan], McKinnon melihat beberapa jejak kaki yang lebih besar daripada yang pernah ia lihat sebelumnya, namun ia meyakini bahwa jejak tersebut telah dibuat oleh jenis makhluk yang sama. Orang-orang Melayu menyebutnya sebagai Orang Pendek. McKinnon menyatakan: “Orang pribumi berbicara tentang makhluk dengan rambut panjang, yang berjalan tegak seperti manusia. Gambar dan bahkan foto-foto jejak kaki serupa yang ditemukan di Sumatera dianggap dibuat oleh Sedapa atau Umang, makhluk yang berjalan dengan dua kaki, bertubuh kecil, pemalu, berambut panjang, yang tinggal jauh di dalam hutan “(Green 1978, hlm 134-135).

Menurut Ivan T.Sanderson , jejak kaki ini berbeda dengan jejak kera antropoid yang menghuni hutan Indonesia (siamang, dan orangutan). Juga berbeda dengan jejak dari beruang madu (Sanderson 1961, p. 219).

PENELITIAN MCKINNON DI VU QUANG, 1970

Cagar alam Vu Quang telah menjadi sumber dari sejumlah mamalia baru yang ditemukan oleh Dr.John MacKinnon . Mackinnon mengklaim pertama kali mengamati cagar alam ini pada tahun 1970, dimana dia percaya bahwa hominid mirip dengan Meganthropus tinggal di sana. Malahan, Cryptozoologist Loren Coleman berpendapat bahwa Batutut adalah populasi yang bertahan dari Homo erectus atau Neanderthal .

Pada tahun1975 Mackinnon’s merilis bukunya yang berjudul In Search Of The Red Ape yang menggambarkan pengalaman dan temuannya selama melakukan penelitian.

Makhluk tersebut digambarkan berukuran sedang dengan tinggi sekitar 1,8 m (sekitar 4-6 kaki) dan ditutupi dengan rambut kecuali bagian lutut, telapak kaki, tangan, dan wajah. Rambut berwarna abu-abu, coklat sampai hitam. Makhluk itu berjalan dengan dua kaki dan sering dilaporkan terlihat sendirian atau bergerak dalam kelompok kecil. Makhluk ini paling sering terlihat saat mencari makan berupa buah-buahan dan dedaunan.

PENELITIAN TRANG HONG VIET

Pada tahun 1982, Prof.Tran Hong Viet dari Pedagogic University of Hanoi, yang meneliti keberadaan Nguoi Rung, dilaporkan menemukan jejak kaki yang mirip dengan yang ditemukan MacKinnon di tahun 1970, berukuran 28×16 cm, yang mana kemudian ia buat cetakan gips.

foot.gif

Dia waktu itu sedang membuat sebuah daftar panjang tentang sumber daya alam pasca-perang, dan saat mengumpulkan spesimen di dekat Chu Mo Ray di Sa Thay District, dia melintasi jejak kaki makhluk tersebut. Sebuah foto dari cetakan gips jejak kaki itu kemudian diterbitkan oleh Fortean News of the World (Japan Fortean Information Society).

DESTINATION TRUTH: INVESTIGASI JOSH GATES

Pada season utama ke-5 dari Syfy’s Destination Truth (Sebuah program televisi yang didedikasikan untuk memburu fenomena supranatural), peneliti paranormal Josh Gates beserta timnya pergi ke semenanjung asia tenggara untuk mencari Batutut yang legendaris. Tim Gates dengan menggunakan peralatan pencitraan termal berjalan kaki memasuki hutan dalam upaya untuk melacak keberadaan makhluk malam tersebut.

josh gates.jpg
Gambar termal: Destination Truth, digawangi oleh peneliti paranormal Josh Gates(source: youtube.com)

Gates mewawancarai seorang ahli primata lokal, Vu Ngoc Thanh , dan memeriksa cetakan jejak kaki. Kemudian saat berada di Ke Bang National Park , tim Gates menemukan beberapa jejak kaki mirip manusia besar dan membuat cetakan mereka sendiri yang kemudian mereka bawa pulang ke AS dan diperiksa oleh seorang peneliti Bigfoot terkenal, antropolog Jeffrey Meldrum . Meldrum menyebut jejak tersebut sebagai sebuah “penemuan yang signifikan” dan salah satu bagian terbaik dari bukti yang telah ia lihat.

footprints.jpg
Setelah beberapa jam mencari dengan menyusuri hutan dan gua, tim menemukan apa yang tampaknya sepasang jejak kaki yang sangat besar yang mereka percaya sebagai jejak kaki Batutut

*****
Jadi makhluk apakah Batutut itu, kera atau manusia? Ada yang bilang itu adalah sejenis kera yang langka, sementara yang lain berkata bahwa batutut adalah Neanderthal yang masih tinggal di daerah terpencil. Sebagian besar kera berjalan dengan dua kaki dan berjalan kaku sehingga bisa menjadikannya sebagai penjelasan tetapi sebagian besar orang yang telah melihat makhluk itu tentu akan mampu mengenali kera lokal itu seperti apa, dengan demikian makhluk ini tetaplah menjadi sebuah misteri.(bs-22)

Sumber: en.wikipedia.org, http://frontiersofzoology.blogspot.in

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di The Cryptid Files dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Misteri Makhluk Batutut

  1. reseboi berkata:

    maaf mengganggu anda lagi, tp saya tertarik membca cerita2 spt ini. terlbih d’tempat tinggal saya skarang d’kalimantan tengah.
    namun, cerita ini ada benar’y dan legenda org pribumi suku dayak.
    makluk ini saya dengar (cerita pisor = tetua ritual) bukanlah kera ataupun makluk purba kala.
    menurut PENELITIAN MCKINNON benar ada’y.- sebab jaman itu kita masih d’jajah belanda.
    makluk2 itu hanya bisa terlhat d’tempat2 tertentu saja. dan Konon Pasukan belanda bnyk yang tak berani masuk kehutan2 lebih dalam karna d’jaga olh org2 tersebut.

    tegasnya, org2 tersebut bukan lah makluk yg bs nyata d’lhat., namun mereka adalah roh-roh hutan yg berkomunitas d’dalam hutan adat.
    pasukan belanda bnyk yg tak berani, d’karenakan tubuhnya yg besar spt raksasa, konon dadanya mencapai 7 kilan (depa). rambut panjang terikat kain merah seperti film Rambo, namun tak menggunakan kostum, tp hanya dr kulit kayu.
    karna mereka makluk gaib, mereka bisa muncul d’mana saja, atau kapan pun bila mereka mau menampakan diri ataupun memberi sesuatu hadiah untk org berhati tulus dan bersih.
    bagi masyarakat dayak, mereka adalah penjaga dan pengawal pulau kalimantan., sejak indonesia merdeka tahun proklamasi 1945 (jakarta), tp d’kalimantan masih terjadi peperangan dgn belanda, sebelum akhir’y belanda menyerah. (aneh tp kenyataan).

    hanya beberapa org saja yg bs melhat org2 tersebut, yg d’yakini sebagai org dayak asli dulunya.
    dan ada hasil photo amatir 2 anak muda yg menunjukan org tersebut scr nyata,
    2 org ini berpoto d’lapangan depan kompi “Antang” Sampit-kalimantan tengah. dan gambar org tsb berada tepat d’belakangnya dgn kepala mengadah ke langit, berdada 7 depa, dgn tangan keduanya terbentang, sosok’y hanya separuh badan sampai pusat, tapi kaki’y tertanam dalam tanah.

    ini kisah fakta bukan cerita karangan.
    sebab kisah asli suku dayak, bukan berasal dr rakyat pribumi. tp org dayak adalah campuran dr perkawinan silang antar org cina-mongolia. seorang jendral pasukan mongol sakti yg melarikan diri, bernama Tam bun Gai, setelah lama d’borneo sebelum jd kalimantan, dia menceburkan diri d’sungai katingan, kemudian berubah menjadi seekor Ular Naga besar yg menjaga sungai tsb.
    olh suku dayak, nama borneo d’sebut tanah “Tambun Bungai” yg berarti Tambun = Naga, Bungai = air.
    Namun karna terkikis peradaban teknologi modern, hal tsb berubah menjadi sekedar nama tak ada arti’y, sebab apabla d’tanyakan pada anak2 muda jaman skrg, tdk ada lg yg tahu apa arti’y, bahkan bhsa aslipun mungkin tak bisa, krna terbiasa dgn bhsa banjar melayu.

    untk meneliti kebenaran’y anda hrus menggali lebih dalam dan dgn izin Pisur2. cb saja cek “Bukit Raya”.
    tak sembarang org bs mencapai keatas puncak’y.
    sebab rute perjalanan yg panjang, sukar dan perlu tuntunan para ahli ritual.
    Bukit raya dulu’y d’katakan sbgai jalan dewa2 naik turun, namun krn entah suatu sebab bukit tersebut terbelah setengah, dan tak ada yg tahu puncak’y d’mana.
    konon, seseorg yg penah mencapai atas bukit, berkata, tdk ada pohon2 yg bisa tinggi dan rumput ilalang yg lebat, tinggi’y hanya selutut, dan bukit’y datar spt lap.bola.

    ada jg cerita ikan pari raksasa bertanduk dan paus yg terdampar, d’pantai ujung pandaran. tp peneliti asing yg mencoba membawanya untk d’teliti d’jaman apa, setelah keluar batas pulau kalimantan, pesawatnya hilang didalam awan, dan sampai sekarang msh d’tu2p2i kebenarannya. letak pesawat yg hilang tak jauh dr jatuh’y pesawat Air Asia beberapa waktu lalu.

    inilah dunia kita. yg penuh misteri.

    Suka

  2. Bams al-Badrany berkata:

    Wah..
    Makasih dah mampir gan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s