Misteri Peradaban Yang Hilang Bangsa Lemuria

mystery of the past.jpg
Misteri Peradaban Yang Hilang Bangsa Lemuria
lemuria-001.jpg

Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75000 SM-11000 SM.

Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat diperoleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke-19 yang mengadakan penelitian terhadap situs-situs purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan. Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.

leplongeon_a.jpg
Augustus Le Plongeon

Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban Atlantis. Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantakkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.

Le Plongeon sebenarnya mendapatkan nama “Mu” dari Charles Étienne Brasseur de Bourbourg yang pada tahun 1864 salah menerjemahkan apa yang kemudian disebut Codex Troano menggunakan alfabet de Landa . Brasseur percaya bahwa sebuah kata yang ia baca sebagai Mu dimaksud tanah yang terendam oleh bencana. Le Plongeon kemudian meng-indentifikasi tanah ini hilang dengan Atlantis, dan mengubahnya menjadi sebuah benua yang diduga tenggelam ke Samudera Atlantik.

Le Plongeon mengklaim bahwa peradaban Mesir kuno didirikan oleh Ratu Moo , seorang pengungsi sejak runtuh/menghilangnya tanah kelahirannya. pengungsi lain diduga melarikan diri ke Amerika Tengah dan menjadi bangsa Maya

Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).

lemuria_mapamu_anton1.jpg
Peta Benua Lemuria

Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island/Pulau Paskah yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.

Lemuria berasal dari kata “mu” atau “Mu-Devi” yang berarti “Tanah Leluhuhr/Ibu Pertiwi”. Mu-Devi adalah ibu dewi Hindu Shiva. Di Pulau Paskah berhasil ditemukan beberapa lembaran berisi tulisan. Sampai saat ini tulisan tersebut yang dikenal dengan rongorongo belum dapat diterjemahkan.

Guillaume de Hevesy , seorang sarjana dari Honaria berhasil menemukan persamaan karakter rongorongo dengan tulisan prasejarah India Kuno. Pada rongorongo terdapat cap dari Mohenjo-Daro . Rongorongo kemungkinan berarti damai-damai yang isinya tentang dokumen mengenai Pulau Paskah, bagaimaan pembuatan dan pendirian patung raksasa Moai serta eksistensi bangsa Lemuria sendiri.

Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang tsunami, namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.

Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis,memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam. faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ilmuwan yang dapat menciptakan suatu terobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka. Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi ,bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.

Edgar Cayce , Seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal-crystal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun berguna untuk berbagai penyembuhan. Banyak info mengenai atlantis dan lemurian diperoleh dengan men-channel crystal-crystal old soul yang pernah digunakan pada kedua jaman ini.

Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang. Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral.

Menurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu, membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa didunia, diantaranya Yunani kuno dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.

Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan. Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian, mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean, sehingga dalam sekejap, Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis.

Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak, akhirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi. Planet itu adalah Planet Erra/Terra yang bertempat di gugus bintang Pleiades .

Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap diplanet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu diketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan dijauh-jauh hari. Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban saat ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.

Di Lemuria ada sarana terbang yang modelnya mirip piring terbang/ UFO , mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet.

Dari sekelumit kisah yang terurai di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran. Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat akhirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dahsyat yang kemudian menenggelamkan bersama beberapa daratan lainnya, termasuk di antaranya Atlantis itu sendiri.

Benua yang hilang Lemuria kemudian dipopulerkan oleh James Churchward (1851-1936) dalam serangkaian buku, dimulai dengan “Lost Continent of Mu”, “the Motherland of Man” (1926), diedit kembali kemudian sebagai “The Lost Continent Mu” (1931). buku-buku populer lain dalam seri ini adalah “The Children of Mu” (1931), dan “The Sacred Symbols of Mu” (1933).

Churchward memberikan gambaran jelas tentang Mu sebagai rumah sebuah peradaban maju, Naacal, yang berkembang antara 50.000 dan 12.000 tahun yang lalu, didominasi oleh ras putih, dan unggul dalam banyak hal.
Pada saat kematian, sekitar 12.000 tahun yang lalu, Mu telah mencapai 64.000.000 jiwa dan tersebar di beberapa kota besar.

Churchward mengklaim bahwa daratan Mu terletak di Samudra Pasifik, dan membentang timur-barat dari Marianas ke Pulau Paskah, dan utara-selatan dari Hawaii ke Mangaia. Dia menyatakan bahwa menurut mitos terciptanya Mu telah terangkat di atas permukaan laut oleh ekspansi gas vulkanik bawah tanah. Akhirnya Mu benar-benar dihapuskan di hampir satu malam. setelah serangkaian gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Churchward mengklaim bahwa Mu adalah asal mula dari peradaban besar dari Mesir, Yunani, Amerika Tengah, India, Burma dan lain-lain, termasuk Pulau Paskah, dan khususnya sumber arsitektur megalitik kuno. Sebagai bukti untuk klaim, ia menunjuk simbol dari seluruh dunia, di mana ia melihat tema umum burung, hubungan bumi dan langit, dan terutama Matahari.

james_churchward.jpg
james churchward

Bangsa Lemuria sebenarnya bisa dikatakan bangsa yang juga mengagungkan keberadaan Matahari sebagai dewa atau penolong mereka. Menurut Churchward , hampir seluruh peradaban Lemuria tinggal di rumah dengan atap yang tembus pandang. Mereka selalu bebas dari stress dan penyakit, serta mampu berusia hingga ratusan tahun. Mengembangkan kemampuan E.S.P-nya (Extrasensory Perception/indra ke-6) selama hampir 40.000 tahun dan digunakan dalam pergaulan sehari-hari serta dalam penelitian-penelitian.

Dengan evolusi kemampuan selama berabad-abad, bangsa Mu (Lemuria) memperoleh reputasi sebagai ahli telepati, berpindah tempat antar bintang, dan teleportasi. Semua ini menyebabkan tidak dibutuhkan kendaraan pada peradaban mereka.

Hampir semua ilmuwan yang menulis kisah tentang bangsa Lemuria mengatakan bahwa mereka secara umum merupakan bangsa yang vegetarian, hidup bercocok tanam, hidup di luar (outdoor), memiliki budaya untuk hidup seimbang dengan alam dan bumi, serta hanya menggunakan sedikit teknologi keilmuan.

Rata-rata bangsa Lemuria tidak berminat pada teknologi bangsa Atlantis dan lebih memilih untuk bereksperimen dengan energi psikis untuk memindahkan objek (dibuktikan oleh Uri Gellar dalam risetnya di Stanford University pada tahun 1970-an), meskipun mereka juga menggunakan gelombang dengan frekwensi tinggi, tenaga matahari, energi crystal, dan teleportasi untuk membuat dan memindahkan objek.

Sebuah laporan mendeskripsikan ujian-ujian yang harus dilakukan sebelum menikah pada bangsa Lemuria (ditulis oleh seorang pria bernama Cerve , seorang ahli sejarah Resucrucian ). Para tetua menyuruh pria dan wanita untuk memberikan semua harta bendanya hingga mereka tidak memiliki apa pun tanpa pakaian, makanan, rumah/tempat tinggal untuk berteduh, ataupun alat-alat.

Wanita dan pria itu kemudian ditinggalkan di hutan belantara selama sebulan (28 hari) tanpa pakaian. Dalam jangka waktu itu, mereka harus membuat tempat berteduh, membuat sendiri pakaian mereka, mencari makanan mereka sendiri, membuat peralatan, dan memberikannya untuk pasangannya tanpa terlibat dalam adu argument dan tanpa ada pikiran buruk antara mereka berdua. Jika mereka dapat melalui ujian tersebut, maka mereka akan dinikahkan dan harta benda mereka yang sebelumnya akan dikembalikan kepada mereka. Namun, jika ujian tersebut gagal mereka jalankan, maka mereka tidak akan dinikahkan.

Bukti-bukti peninggalan menggambarkan adanya penemuan-penemuan yang mengagumkan, yang tampak seperti cerita fiksi ilmiah. Lampu yang menyala terang selama ribuan tahun tanpa dirawat, yang diceritakan oleh banyak sekali penulis kuno, adalah salah satu peninggalan dari Atlantis. Beberapa dari lampu ajaib ini masih menyala ketika penjelajah Spanyol menemukannya di pelosok hutan Amazon dari 10.000 tahun kemudian. (didokumentasikan dalam buku Robber Charrouxs ).

Peneliti sejarah kuno menemukan lampu ajaib masih menyala di Mesir (yang merupakan koloni Atlantis yang bernama Luxor ) lebih dari 9 abad setelah banjir, di pintu kuil yang dilaporkan dapat membuka dan menutup secara otomatis, dan di jaga oleh robot-robot.

Bangsa Lemuria mempunyai huruf dan angka tersendiri yang dikenal dengan tulisan Lemurian. Huruf Lemurian merupakan huruf yang pertama kali digunakan dan menjadi cikal bakal huruf yang dipakai manusia sekarang ini, mulai dari huruf latin, arab, dan lain sebagainya.

huruf-lemuria.jpg
huruf lemurian

Huruf Lemurian bukanlah huruf biasa. Huruf ini sejalan dengan naik turunnya gelombang pikiran dan kode gen manusia. Huruf Lemurian adalah gambaran dari gelombang otak, bahasa telepati, pergerakan air, dan pancaran kekuatan, gelombang, frekwensi dan semua yang bersifat alami.

Dalam penulisan huruf Lemurian, tidak dikenal huruf besar maupun huruf kecil. Semua cara penulisannya sama. Penulisan huruf dimulai dari kanan ke kiri. Membacanya pun dimulai dari kanan ke kiri juga. Hal ini mengikuti pergerakan alam semesta yang bergerak dari kanan ke kiri.Untuk penggunaan tanda baca (.,? / :;&) ( ) digunakan tanda baca yang lazim dipakai sesuai kebutuhan.

contoh-penulisan-huruf-lemurian.jpg
tulisan lemurian

Angka Lemurian dimulai dari 0 sampai dengan angka 5. Sama seperti huruf Lemurian, cara menulis dan membacanya dimulai dari kanan ke kiri. Angka NOL (0) sudah ada sejak zaman Bangsa Lemuria. Berbeda dengan angka Bangsa Romawi yang tidak mengenal angka NOL (0). Hal ini dikarenakan NOL (0) seperti keadaan kosong dan kosong harus dilambangkan. Sebenarnya angka itu dimulai dari NOL (0) bukan dari SATU (1), karena sebelum adanya 1 kondisi nya masih kosong dan ini dilambangkan dengan NOL (0). Sistem angka lemuria juga berhubungan dengan suara alam nada Pentatonik . “Penta” artinya Lima (5), namun jelas nada da mi na ti la da tidak seperti nada pentatonik pada zaman sekarang.

angka-lemuria.jpg
angka lemurian

Sederetan huruf dan angka Lemurian saja bisa mempengaruhi gelombang otak manusia pada saat proses membacanya. Lantas bagaimana dengan bentuk kemajuan peradaban yang dimiliki oleh bangsa ini? Tentu akan banyak lagi keunikan dengan tingkat kemajuan yang melebihi peradaban modern saat ini. (bs22)

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Mysteries Of The Past dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s