Sejarah Pencarian Bahtera Nabi Nuh Di Puncak Ararat Di Turki

mystery of history.jpg
Sejarah Pencarian Bahtera Nabi Nuh Di Puncak Ararat Di Turki
noahs-ark-indiana-digging-in-wrong-place-001.jpg

Bahtera/kapal Nabi Nuh AS telah lama menjadi kontroversi di dunia arkeologi. Sejarah mencatat bahwa Nuh (Noah) diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera karena Tuhan berniat menurunkan hujan maha lebat ke bumi. Alkitab mengisahkan bahwa Nuh mentaati perintah tersebut dan tepat pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, maka turunlah hujan yang sangat lebat ke muka bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup yang ada. Nuh beserta keluarganya dan binatang-binatang yang diselamatkannya kemudian mengapung bersama bahtera tersebut. Alkitab kemudian menceritakan bahwa bahtera tersebut kandas di puncak gunung Ararat.

noahs_ark.jpg
Noah’s Ark, dilukis oleh Edward Hicks, 1846 (Philadelphia Museum of Art)

Kisah yang bersumber dari Alkitab ini kemudian menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan sejarawan dan arkeolog. Misteri di mana bahtera Nabi Nuh berada terus menjadi kontroversi, memikat para arkeolog, ilmuwan, sejarawan, para petualang, dan pemeluk agama. Dan kebanyakan mengarah ke satu titik, yakni gunung Ararat di Turki.

640px-mountararat.jpg
Mount Ararat terlihat dari Iğdır, Turki.

Keinginan untuk menemukan kapal Nabi Nuh sebenarnya sudah dilakukan orang selama berabad-abad. Kapal Nuh bahkan menyebar dari mulut ke mulut sejak zaman Romawi kuno . Juga disebut bahwa sarjana Romawi, petualang abad pertengahan, dan tentara Ottoman dilaporkan menyaksikan kapal mistis di atas Gunung Ararat.

Menurut catatan, sebelum Nabi Muhamad SAW lahir pun, sudah ada orang yang ingin menemukan kapal yang penuh misteri itu sesuai dengan petunjuk alkitab (Injil), kitab suci orang Kristen. Konon Epiphanius , seorang bishop dari Salames, pernah mencari kapal itu dan melihat peninggalan Nabi Nuh masih terdampar di Gunung Guardian (Ararat) yang tertutup salju sangat tebal.

Menurut sejarawan abad pertama Masehi, Flavius Josephus , Kapal di puncak Ararat itu telah ditemukan penduduk setempat. “Sebagian dari kapal masih bertahan, di gunung. dan orang-orang membawa potongan-potongan itu, yang mereka gunakan sebagai jimat keberuntungan.”

Kemudian pada abad XII juga disebutkan, upaya pencarian kapal ini pernah dilakukan pula oleh Benyamin Tudela , seorang pendeta bangsa Yunani. Ia mengatakan, bahwa pendahulunya Umar bin al Khatab , seorang petinggi dari Turki, telah mengambil bagian dari kapal itu untuk dijadikan bahan bangunan masjid.

Setelah sekian lama tidak terdengar lagi, upaya pencarian kapal Nabi Nuh muncul kembali pada abad XIX. Pada tahun 1829, Dr.Friedrich Parrot , yang melakukan pendakian di sejumlah titik pegunungan Ararat mengatakan, orang Armenia yakin bahwa Kapal Nuh tetap sampai hari ini masih ada di puncak Gunung Ararat. Dan tak membolehkan manusia mendekatinya.

Lalu pada 1876, James Bryce , seorang negarawan, diplomat, penjelajah, profesor hukum perdata, dan ahli arkeologi di Oxford University , dengan biaya dari Yayasannya mengarungi lautan salju di Gunung Ararat Perbatasan Turki mencari kapal misterius itu kembali. Dalam perjalanan ke puncak Ararat, James Brice dari Inggris, menyatakan menemukan empat buah batu panjang berbentuk tongkat. Ia menduga batu tongkat itu merupakan bagian dari tiang layar kapal yang dalam perjalanan waktu puluhan ribu tahun sudah memfosil.

Menjelang akhir abad XIX, yaitu tepatnya tahun 1892, Yoseph Nouri dari Perancis mengulangi perjalanan yang dilakukan James Brice dari rute yang berbeda. Ia mengklaim, bahwa dirinya telah sampai ke tujuan dan berhasil menemukan kapal Nabi Nuh. Keberhasilannya itu karena kebetulan, waktu itu sedang musim kemarau sangat panjang, sehingga tidak ada salju yang menutupi permukaan gunung. Bahkan ia menegaskan, sempat berjalan-jalan di tempat yang diduga dek kapal yang panjangnya 300 cubic, persis seperti yang diungkapkan dalam alkitab.

Dimuat di situs New Vision , suatu hari di musim panas 1916, seorang pilot Rusia terbang di atas Ararat, menemukan obyek aneh di ketinggian 14.000 kaki atau 4.267 meter, yang mirip kapal selam. Laporannya diverifikasi oleh pilot lain. Kabar itu lantas sampai ke telinga Tsar Nicolas II dari Rusia yang membentuk sebuah ekspedisi ilmiah yang terdiri dari 150 insinyur militer dan ahli untuk mendaki Gunung Ararat. Mereka dilaporkan menemukan obyek diduga perahu dan mengambil spesimen di sana. Dokumen ilmiah soal keberadaan bahtera itu lantas diserahkan pada seorang perwira untuk disampaikan pada Tsar di Moskow, yang sedang dilanda revolusi pada 1917 yang dikenal sebagai Revolusi Bolshevik . Perwira itu tewas ditembak sebelum merampungkan tugasnya, dokumen jatuh ke tangan Leon Trotsky , tokoh Revolusi Bolshevik. Sampai saat ini keberadaannya tidak diketahui.

Waktu terus berjalan. Gandrung mencari kapal Nabi Nuh, seperti hilang ditelan waktu. Hingga pada tahun 1949, Aaron J. Smith , dekan Peoples Bible College di AS memimpin sebuah ekspedisi yang mengklaim berhasil menemukan bahtera itu.

Semua ungkapan dan pernyataan dari para pemburu Kapal Nabi Nuh, hingga penghujung abad XIX hanyalah dilukiskan dalam kata-kata dan tulisan saja tanpa bisa divisualisasikan. Karena memang pada waktu itu, belum ada teknologi fotografi yang mampu mendukung pernyataan mereka, sehingga semua orang yang mendengarnya, merasa penasaran. Apakah omongannya itu benar, atau hanya bohong saja.

picture12-001.jpg
Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)

Pada tahun 1959, Captain Ilham Durupinan , seorang pilot Turky Airforce anggota pasukan NATO mengadakan pemotretan udara di Gunung Ararat perbatasan Irak, melihat dari rekaman hasil pemotretannya itu benda asing dekat puncak salah satu gunung tertinggi di Turki itu, pada ketinggian 15.500 kaki. Karena merasa penasaran, para petinggi NATO di basis Turki memerintahkan Dr. Arthur Brandeberger , ahli fotografi dari Ohio University untuk memeriksa rekaman gambar pemotretan itu. Setelah meneliti secara seksama, akhirnya disimpulkan bahwa benda asing di puncak Ararat itu adalah sebuah Bahtera/kapal. Formasi kapal, yang diduga merupakan peninggalan Nabi Nuh, yang selama ini banyak dicari para ahli.

Kabar penemuan kapal Nabi Nuh ini, sempat ditayangkan oleh Majalah Life, Australian Fix Magazine dan American Life Magazine pada penerbitan tanggal 5 September tahun 1960.

naonelife01.jpg
Berita di Life Magazine di Awal 1960

Pada tahun 1980-an, mantan astronot James Irwin memimpin dua ekspedisi ke Ararat tanpa hasil. “Saya sudah melakukan semua yang saya bisa,” kata dia. “Tapi bahtera itu terus mengelak.”

ronandirwin.jpg
Ron dan Irwin. (sumber foto: http://www.anchorstone.com)

Pada tahun 1990, Prof.Ron Wyat bersama Dr. David Fasold , ahli geologi AS, membawa perlengkapan cangggih, di antaranya metal detector dan geo radar menjejak kembali koordinat tempat yang disinyalir ada formasi Kapal Nuh. Selama empat tahun berturut-turut, ia melakukan penelitian secara detil dan seksama, baik di formasi kapal maupun daerah sekelilingnya, untuk mencari bukti-bukti peradaban setelah dunia itu musnah. Dalam perjalanan kali ini, ia menemukan sebelas batu pipih berlubang, yang rata-rata berat antara empat hingga 10 ton. Batu-batu ini diindikasikan Wyat adalah, sebagai pemberat kapal agar tidak oleng oleh tiupan angin kencang.

ron on cnn.jpg
Ron tampil di CNN mempelihatkan potongan kayu dek bahtera Nuh
anchor-stone-kapal-nabi-nuh5.jpg
Ron bersama tim di samping batu jangkar
352px-droguestonefasold.jpg
David Fasold berdiri di samping apa yang ia klaim sebagai Batu Jangkar
anchor_stones.jpg

Sementara itu dari hasil pengamatan peralatan canggihnya, David Fasold, memperoleh indikasi bahwa batuan formasi kapal yang ditemukannya itu adalah kayu yang sudah berubah menjadi fosil. Pada beberapa lokasi, juga terdapat konsentrasi logam, yang diduga merupakan pengikat balok. Hasil deteksi dari geo-radarnya, mengindikasikan bahwa di bawah fosil formasi kapal itu ada ruangan yang diduga adalah kamar-kamar. Namun formasi itu, hanya muncul sepertiganya. Diduga pada waktu itu, kemungkinan memang terdampar pada lumpur, sehingga sebagian dari badan kapal, hingga saat ini masih terbenam, yang sekarang setelah ribuan tahun semuanya telah berubah menjadi karang.

kapal-nabi-nuh3.jpg
deck-kapal-nabi-nuh.jpg
dek kapal nabi Nuh
picture4-002.jpg
Seri pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang dugaan adanya perahu di Gunung Ararat yang tertutup salju.

Gene Collins , dari Departemen Ilmu Geologi AS, yang tidak percaya begitu saja kepada laporan David Fasold, pada penghujung tahun 2000 bersama satu tim yang terdiri dari 12 orang berbagai disiplin ilmu juga berangkat ke lokasi yang diduga merupakan tempat terdamparnya kapal raksasa Nabi Nuh. Berangkat bersama tim itu, ahli Geologi Kelautan Dr. Robert Balard , yang telah sukses dalam menemukan bangkai Titanic , Istana Cleopatra , dan Benua yang hilang Atlantis .

Menurut Collins, formasi fosil kapal itu diduga kuat adalah benar kapal Nabi Nuh AS. Karena dengan berbagai dalih apa pun, tidak mungkin ada benda asing yang diduga kapal yang sudah memfosil berada pada ketinggian 15.500 kaki tanpa sesuatu sebab. Fosil kapal yang ditemukan itu, merupakan nenek moyang kapal bangsa Sumeria. Dari uji karbon di sekitar lokasi kapal, ternyata mengandung 4,95 % karbon dan pada beberapa lokasi terdapat kandungan besi yang cukup banyak dari segi tingginya kandungan karbon, hal ini berarti karbon itu berasal dari kayu yang sudah membatu. Padahal di lokasi lain, kandungan karbonnya hanya 1,88% saja yang biasa diperoleh dari kandungan tanah biasa.

Harold Cofins , ahli geologi Tim yang juga bertindak sebagai jurubicara Tim mengungkapkan, bahwa kapal itu terbuat dari kayu species Sigilata yang telah diawetkan dengan sejenis ter. Species kayu ini sejenis kayu raksasa, yang kini sudah punah dari muka bumi. Menurut para ahli biologi kehutanan, kayu jenis ini memiliki keluarga sekitar 200 species, yang beberapa di antaranya masih hidup di Amerika Utara, Patagonia dan Australia.

Tentang masalah banjirnya sendiri, Dr. Robert Balard mengungkapkan bahwa dari bukti-bukti yang ada di ketinggian itu banjir besar pernah melanda bumi pada 10.000 tahun yang lalu, dan air sempat mencapai ketinggian lebih dari 15.000 kaki. Untuk mencapai posisi seperti saat ini, hingga munculnya benua-benua dan pulau-pulau, katanya memakan waktu hingga 7.500 tahun. Dalam sebuah wawancara dengan ABC News , Ballard mengaku, ia telah menginvestigasi teori yang diajukan dua ilmuwan dari Columbia University yang menyebut, pernah ada banjir raksasa di wilayah Laut Hitam. Mereka yakin, Laut Hitam sebelumnya adalah sebuah danau air tawar yang terisolasi, dikelilingi ladang pertanian. Hingga ia akhirnya dibanjiri luapan air. Meski belum menemukan hasil dalam pencariannya, ia tetap meyakini keberadaan bahtera itu.

araratanomaly1-001.jpg
Citra satelit dari ‘Anomali Ararat’, diambil oleh satelit DigitalGlobe QuickBird pada tahun 2003 (courtesy: DigitalGlobe)

Pada tahun 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga kapal Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju. Namun, fakta ilmiah itu tak memudarkan keyakinan para pencari. Kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam Noah’s Ark Ministries International (NAMI) melakukan ekspedisi ke Ararat. Pada 26 April 2010 mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur. Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa spesimen untuk membuktikan klaim mereka. “Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing , seperti dimuat laman berita Turki, National Turk , 27 April 2010.

chinese-exlplorer-in-the-noahs-ark-nationalturk1.jpg
Peneliti Cina di tempat yang diduga kapal Nuh di Gunung Agri (Ararat) Turki timur, http://www.nationalturk.com
spider-web-nationalturk.jpg
jaring laba-laba di dalam kapal nuh, http://www.nationalturk.com
arkbeam1-001.jpg
NAMI merilis foto struktur kayu balok kapal Nuh, didokumentasikan pada ketinggian 13.000 kaki di Gunung Ararat di Turki.

Namun, klaim tersebut diragukan banyak pihak. Salah satunya, Dr.John Morris , arkeolog kawakan Institute for Creation Research , bahkan menuding penemuan tersebut sebagai sebuah kebohongan. Morris telah memimpin 13 ekspedisi ke Gunung Ararat untuk mencari kapal yang disebut dalam kitab suci. Dia mengetahui dengan pasti lokasi di Ararat, dan menyebut penemuan para peneliti China tersebut merupakan penipuan.

Misteri itu juga menarik perhatian mantan bintang serial televisi populer Baywatch, Donna D’Errico . Namun, malang tak dapat ditolak. D’Errico yang pernah menjadi Playmate of the Month majalah Playboy babak belur dan terluka usai jatuh saat pendakian di Turki. Untung saja nyawanya selamat.

Peninggalan sejarah di gunung yang senantiasa diselimuti salju yang terletak di Timur Turki itu bukan saja menarik minat para pengkaji sejarah saja, namun pihak penyelidik US seperti CIA pun mencoba untuk melakukan penelitian disana. Sejauh ini CIA telah menggunakan satelite dan pesawat Stealth untuk mengambil gambar objek yang terdampar di puncak gunung tersebut.

Gambar-gambar itu telah menjadi rahasia besar dan tersimpan rapi dengan kawalan yang ketat bersama dengan rahasia-rahasia penting yang lain di Pentagon . Sudah beratus-ratus orang mencoba untuk mendaki Gunung Aghi-Dahl yg kerap dijuluki juga sebagai Gunung Kesengsaraan atau dengan nama peta-nya yaitu Mount Ararat/gunung Ararat , namun hanya beberapa orang saja yang berhasil menaklukannya. Selebihnya hanyalah menambah deretan panjang pendaki-pendaki yang menjadi korban keganasannya.

Hingga hari ini, hanya ada beberapa orang pendaki yang dapat sampai ke puncak Mt.Ararat sekaligus dapat menyaksikan dgn mata kepala sendiri sebuah artifak yang maha berharga tersimpan abadi dipuncaknya. Lalu apakah sebenarnya artifak yang terkubur selama ribuan tahun di puncak Ararat itu? Benarkah itu adalah Bahtera Nuh? (bs22)

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Mysteries Of The Past dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s