Misteri Segitiga Naga

world of mystery 2.jpg
Japan Devil’s Sea
dragontriangle-001.jpg

Sebenarnya,ada suatu perairan di Jepang yang sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan penerbangan, sama berbahayanya dengan Segitiga Bermuda/Bermuda Triangle yaitu Japan Devils Sea/Laut Setan dan daerah segitiganya biasa disebut juga sebagai Dragons Triangle/Segitiga Naga

Segitiga Naga ini juga dikenal dengan nama The Devils Sea (魔の海: Ma no Umi) , The Formosa Triangle dan The Pacific Bermuda Triangle . Nama Segitiga Naga berasal dari sebuah legenda Cina tentang Naga yang hidup di istana bawah laut selama berabad-abad. Daerahnya mencakup garis segitiga dari Jepang barat utara Tokyo lalu ke Guam hingga ke Taiwan. Segitiga Bermuda dan Segitiga Naga, masing-masing memiliki cerita yang sama mengenai kapal dan pesawat udara maritim yang hilang, laporan tidak berfungsinya alat navigasi dan komunikasi, dan ada juga yang mengatakan jika tempat tersebut adalah tempat bersemayamnya kapal hantu tanpa kru.

devil_sea_dragon_triangle_map.jpg
map_of_izu_islands.png
peta Pulau izu, Pusat Legenda Laut Setan

Area ini dinyatakan sebagai zona berbahaya dalam peta Jepang, berdasarkan buku karangan Charles Berlitz, The Dragons Triangle (1989) . Dalam bukunya, Charles Berlitz menyatakan bahwa selama tahun 1952-1954, Jepang kehilangan lima kapal militer dengan total kru sebanyak 700 orang. Kemudian pemerintah Jepang mengirimkan kapal yang membawa 100 peneliti untuk mempelajari Segitiga Naga, dan kapal ini pun lenyap. Setelah itulah area tersebut secara resmi dinyatakan sebagai zona berbahaya.

640px-berlitzlasheras.jpg
Charles Berlitz (kanan)

Segitiga Naga merupakan salah satu dari 12 Vile Vortices . Selain menghilangnya pesawat dan kapal, banyak fenomena lain yang berhubungan dengan Segitiga Naga termasuk kapal hantu, UFO , terperangkap dalam waktu, dan tidak berfungsinya peralatan elektronik. Beberapa penulis, termasuk Charles Berlitz, bahkan menghubungkan Segitiga Naga dengan hilangnya Amelia Earhart , penerbang wanita dari Amerika.

vile_vortices_map-001.jpg
vile vortices map

Meskipun begitu, karena daerah ini sudah dinyatakan berbahaya dalam peta pelayaran dan penerbangan, jadi kita tidak perlu takut lagi. Karena bisa dipastikan daerah ini tidak akan dilewati oleh kapal laut maupun pesawat yang akan menuju maupun dari Jepang.

Perairan ini sebenarnya adalah merupakan daerah lautan tenang di Laut Pasifik, 100 KM sebelah selatan Tokyo, yang terletak diantara pulau Ivojima dan Pulau Miyake,tetapi kurang begitu terkenal dibanding Segitiga Bermuda , barangkali karena letaknya yang jauh dari daratan Jepang. Sementara itu Segitiga Bermuda sangat akrab bagi kalangan pelaut Amerika, yang pada gilirannya menelan banyak kapal dan pesawat.

800px-miyakefromkozutyojpdec04-01.jpg
pulau miyake dilihat dari pulau Kozu

Kendati demikian, Laut Setan dekat daratan Jepang itu juga bertanggung jawab atas hilangnya beberapa kapal dan pesawat. Antara tahun 1950 dan 1954, didaerah ini telah hilang tidak kurang dari 9 kapal besar tanpa meninggalkan bekas.

Pemerintah Jepang sangat menaruh perhatian terhadap daerah ini, dan mengumumkan bahwa Laut Setan merupakah daerah berbahaya dan tidak boleh didekati. Pada tahun 1955, pemerintah Jepang mengirim ekspedisi dengan membawa sejumlah pakar menuju daerah tersebut dengan menggunakan kapal Kawamaru. Malangnya Kawamaru lenyap tanpa pesan.

Seorang sarjana Amerika, Ivan Terrence Sanderson , yang sangat tertarik dengan semua keanehan tersebut, berusaha melihat letak Segitiga Bermuda dan Japan Devil’s Sea dalam peta. Ternyata dia melihat bahwa kedua daerah tersebut terletak persis digaris bujur antara 30 dan 40 derajat sebelah utara khatulistiwa,luasnya hampir sama.

ivan at desk 1967.jpg

Melalui kesimpulan ini Sanderson melanjutkan pengamatannya pada hal-hal lainnya, dan dia menemukan bahwa terdapat 12 daerah di dunia ini yang sejenis dengan itu. Dua diantaranya di kutub utara dan kutub selatan, sedang sepuluh lainnya terbagi dalam dua jajar, jajaran pertama terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah utara, dan jajaran kedua terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah selatan khatulistiwa.

devils-sea-ilustrasi-map-roghuzshy.jpg

Masing-masing tempat terpisah sekitar 72 derajat pada garis lintang. Tempat-tempat tersebut disamping didua kutub utara dan selatan, antara lain adalah dua daerah yang terletak didaratan. Satu di utara Gurun Pasir Besar Afrika, dan satu lagi di daerah pegunungan barat laut India.

Sanderson mengamati bahwa sebagian besar daerah tersebut memiliki kemiripan satu sama lain, antara lain, dalam letaknya yang berada dikawasan yang mana bertemu arus panas dan dingin, dan bahwasanya tempat-tempat tersebut dipandang sebagai titik-simpul, karena ia mengarahkan arus air atas dan bawah pada arah yang berlawanan, dan dengan suhu yang berbeda tersebut, dapat menimbulkan gelombang magnetik yang menjadi biang keladi bagi semua kecelakaan itu.

Akan tetapi teori Sanderson ini tidak dibangun atas suatu dalil. Tidak ada suatu apapun yang membuktikan bahwa pertemuan dua aliran air yang berlawanan arah dan dengan suhu yang berbeda dapat menghasilkan gelombang magnetis didalam bumi.

Selain itu, teori Sanderson juga tidak menginprestasikan cara kerja “Kuburan Setan” yang terletak didaratan. Yakni, dua dikutub utara dan kutub selatan, yang ketiga disebelah utara Gurun Besar Afrika, dan yang keempat di pegunungan barat-daya India.

Lebih jauh lagi, teori tersebut gagal menjawab pertanyaan, mengapa kapal-kapal yang menjadi korban ditempat-tempat seperti itu ditinggalkan penumpangnya begitu saja, dan kemana pula mereka pergi? Lalu, peristiwa apa pula yang kelihatannya demikian menakutkan mereka, sehingga mereka meninggalkan kapalnya? (bs22)

Qbams.satria@gmail.com

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di World Of Mysteries dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s