Misteri Jembatan Purba Adam’s Bridge: Dibangun Rama Untuk Menyelamatkan Sinta ?

mysteris of the anicents.jpg
Misteri Jembatan Purba Adam’s Bridge: Dibangun Rama Untuk Menyelamatkan Sinta
adams-bridge1-001.jpg

Adam’s Bridge (Jembatan Adam) atau yang kerap dijuluki Rama’s Bridge (Rama Setu/Jembatan Rama) merupakan salah satu “Mysterious Places in the World”. Jembatan purba misterius sepanjang 18 mil yang menghubungkan antara Mannar Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) ini diperkirakan telah berumur 1.000.000 tahun lebih. Karena memisahkan laut India dan Sri Lanka, jembatan ini disebut Sethusamudram yang berarti “Jembatan Laut”.

aerial view of adam's bridge, taken while flying over sri lanka looking west..jpg
Aerial view of Adams Bridge, diambil saat penerbangan di atas Sri Lanka ke arah barat.
historical map of adam's bridge and environs, prior to the cyclone of 1964.png
Peta bersejarah Adams Bridge dan sekitarnya tahun 1964

Adam’s Bridge/Rama’s Bridge adalah sebuah rangkaian batu kapur dan karang yang memisahkan teluk Mannar dari selat Palk. Bukti geologi menunjukkan bahwa jembatan ini adalah sambungan tanah bekas India dan Srilangka.

Jembatan sepanjang 30 km ini terdiri dari batuan kapur, karang dan tanah. Air laut di daerah ini pun sangat dangkal, karena ketinggiannya berkisar antara 1 sampai 10 meter. Walaupun dangkal, mustahil jika melewati jembatan ini karena air laut mudah pasang, selain itu juga terlalu dangkal jika dilewati sebuah kapal.

Citra dari Rama’s Bridge sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam,yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut).

Peta wilayah ini dibuat oleh pembuat peta Belanda pada tahun 1747, tersimpan di Perpustakaan Saraswati Mahal di Tanjore, menunjukkan wilayah ini sebagai Ramancoil (bhs.Tamil=Raman Kovil/Kuil Rama) .

Peta lain disusun oleh seorang ahli geografi Inggris, sejarawan dan pelopor oseanografi, Mayor James Rennel pada tahun 1789 diambil dari perpustakaan yang sama, menyebut daerah ini sebagai Kuil Rama. Peta lainnya terdapat di atlas sejarah Schwartzberg dan sumber-sumber lain menyebut daerah ini dengan berbagai nama seperti Koti/Sethubandha/Sethubandha Rameswaram , dalam pewayangan Jawa disebut Situbanda/Situbandalayu .

497px-1793_faden_wall_map_of_india_-_geographicus_-_india-faden-1793.jpg
Peta James Rennel

Peta pertama yang menyebut daerah ini Jembatan Adam/Adam’s bridge dibuat oleh pembuat peta dari Inggris pada tahun 1804, merujuk kepada legenda Islam, yang menyatakan bahwa Nabi Adam menggunakan jembatan untuk mencapai Puncak Adam di Sri Lanka, dimana ia berdiri bertobat dengan satu kaki selama 1.000 tahun, meninggalkan tanda berupa lubang besar menyerupai tapak kaki. Baik puncak maupun jembatan diberi nama menurut legenda ini.

640px-sri_pada.jpg
Puncak Adam di lihat dari dekat

Status dari jembatan tersebut masih merupakan misteri hingga saat ini. Menurut tafsiran para ahli, diperkirakan mungkin Rama’s Bridge sangat erat kaitannya dengan Epos terkenal India kuno, Ramayana .

Srilankan Archeology Department telah mengeluarkan suatu statement yang menyebutkan usia Rama’s Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun, namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia hal itu belum bisa mereka terangkan.

S.U.Deraniyagala , Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku “Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence” mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam, ini diketahui dari sejumlah bukti yang ada, baik berupa artefak dan peralatan hidup lainnya.

Walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban Bangsa Ca , hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya.

Para sarjana menafsirkan bahwa mungkin jembatan purba ini dibangun setelah daratan Srilanka terpisah oleh India jutaan tahun silam. Ini bertujuan sebagai mobilitas migrasinya manusia ketimbang menggunakan jalur laut yang ombaknya ganas. Selama ribuan tahun, mereka bermigrasi ke seluruh daratan Asia terus sampai ke Timur jauh, sebelum kemudian jembatan itu ditenggelamkan oleh air laut akibat mencairnya es di Kutub Utara.

Jembatan ini dulu diketahui sebagai jembatan yang terbesar di dunia sebelum pecah menjadi rangkaian batu kapur karena pergerakan lempeng bumi. Teori ini menjelaskan bahwa dahulu India dan Sri Langka adalah satu pulau. Karena berbagai aktifitas vulkanik maupun geologi selama ribuan tahun, pulau ini terpisah hanya menyisakan strukutur seperti yang kita kenal dengan Jembatan Rama ini. Hal ini dibuktikan dengan temuan rangkaian terumbu karang yang terbentuk di sepanjang Jembatan Rama. Terumbu karang itu merupakan hasil evolusi selama ribuan tahun yang terbentuk akibat longsornya permukaan tanah karena terus dikikis oleh air laut. Jadi menurut ilmuwan intinya adalah, jembatan ini dulunya merupakan sebuah daratan. Karena berbagai aktifitas geologi selama bertahun-tahun, daratan ini kemudian longsor dan lambat laun terkikis oleh laut sehingga tergenang.

Jembatan ini pertama kali disebutkan dalam wiracarita berbahasa Sanskerta, Ramayana, gubahan Resi Walmiki dalam ayat 2-22-76. Dunia barat pertama kali menemukannya dalam buku karya bersejarah di abad ke-9 oleh Abu’l Qasim Ubaid’Allah ibn Khordadbeh (a Persian geographer) dalam buku Books of Roads and Kingdoms (sekitar 850 M), merujuk kepada tempat yang disebut Set Bandhai (Jembatan Laut) .

valmiki_ramayana.jpg
Resi Walmiki

Didalam Epos Ramayana, jembatan ini dibangun oleh para pasukan manusia kera ( Wanara ) dibawah pengawasan Rama (Titisan Dewa Wisnu) . Maksud dari pembangunannya sendiri ialah sebagai tempat penyeberangan menuju Negeri Alengka dalam misi untuk menyelamatkan Sita (Dewi Shinta) , dimana pada saat itu Dewi Shinta sedang berada dalam masa penculikannya oleh Raja Kerajaan Alengka, yaitu Rahwana .

640px-the_monkeys_and_bears_build_a_bridge_to_lanka.jpg
Sebuah lukisan abad ke-19 yang menggambarkan adegan dari Ramayana, dimana para kera dilukiskan sedang membangun jembatan menuju Lanka (Alengka/Srilanka)

Epos Ramayana (Ramachandra), menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tredha Yuga (menurut cakram masa evolusi hindu).

Cakram Hinduisme (Yuga/Era) terbagi pada masa Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (8.64.000 tahun) dan Kali (4.32.000 tahun).

Tahap masa sekarang menurut kalender hindu ialah Kali Yuga . Kaliyuga dimulai tengah malam pada pukul 00.00 (24.00), pada tanggal 18 Februari 3102 SM menurut perhitungan kalender Julian , atau tanggal 23 Januari 3102 SM menurut perhitungan kalender Gregorian , yang mana pada saat tersebut diyakini oleh umat Hindu sebagai saat ketika Krishna meninggal dunia. Kali Yuga berlangsung selama 432.000 tahun. Berarti menurut Epos tersebut, usia dari Rama’s Bridge berkisar 1.700.000 tahun (Sathya).

Rama’s Bridge dimulai dari ujung pulau Dhanuskodi, India dan terbentang hingga pulau Mannar, Sri Langka. Wilayah di sepanjang jembatan Rama seperti Danushkodi, Rameswaram, Devipattinam, dan Thirupullani disebutkan dalam epik Ramayana. Jadi, benarkah kisah Ramayana itu merupakan sebuah peristiwa nyata? belum ada yang mengetahuinya secara pasti.

***** Dinasti Rama diperkirakan berkuasa di bagian Utara India–Pakistan–Tibet hingga Asia Tengah pada tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM. Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dan salah satu kotanya adalah Mohenjo Daro di Sindh Pakistan. *****

337px-ravivarmapress_rama_family.jpg
Rama dengan Sita di atas takhta, anak-anak mereka (Lava dan Kusha) di pangkuan mereka. Di samping tahta, berdiri saudara-saudara Rama (Lakshamana, Bharata dan Shatrughna). Hanuman menghadap ke Rama di depan takhta dan Valmiki di sebelah kiri

Rama’s Bridge merupakan struktur yang dianggap keramat oleh masyarakat Hindu di India. Mereka yakin bahwa jembatan ini benar-benar dibangun oleh pasukan kera putih pimpinan Hanoman . Namun, beberapa media Amerika memberitakan bahwa jembatan itu adalah murni fenomena alam. Media-media itu mengklaim bahwa NASA selaku sumber mereka akan memperkuat pemberitaan itu. Mereka mengatakan lewat citra satelit, NASA mengatakan bahwa jembatan itu tidak sepanjang 30 km seperti yang banyak diberitakan di internet. Namun, NASA membantah jika mereka pernah mengeluarkan pernyataan yang membuat geram masyarakat Hindu itu. “Gambar yang tersebar di situs-situs web itu mungkin berasal dari kita, tapi interpretasi masyarakat terhadap gambar itu bukan tanggung jawab kita”, jawaban dari pihak NASA.

adamsbridge02-nasa.jpg
Foto satelit NASA: India di atas, Sri Lanka di bagian bawah foto
landsat 7 imagery of adam's bridge (rama setu). image taken form nasa's world windsoftware.-001.jpg
Citra Landsat 7 dari Jembatan Adam (Rama Setu). Gambar diambil dengan NASA’s World Wind Software.
640px-rama's_bridge.jpg
Citra Landsat 5 dari Adams Bridge. Gambar asli diperoleh pada 6 Februari 1988 pada 04:42:00 GMT.

Lalu, Sebuah tim dari Centre for Remote Sensing ( CRS ) dari universitas Bharatidasan yang dipimpin oleh Prof. Ramasamy mengatakan bahwa Rama’s Bridge kemungkinan telah berusia 3.500 tahun. Setelah melakukan penelitian pada tahun 2003, zat karbon pada struktur Jembatan Rama diperkirakan cocok dengan kejadian dalam epik Ramayana. Namun, penemuan ini masih harus diteliti lagi. Perkiraan usia jembatan itu didasarkan pada karang yang tumbuh dan zat karbon pada struktur jembatan. Hasilnya, struktur dibawah lapisan karang itu telah terbentuk selama ratusan tahun sebelumnya.

Namun semua hanya sebatas “beranggapan”, belum ada yang menunjukkan detail hasil tes karbon terhadap batuan karang pembentuk jembatan.
Seperti kutipan yang banyak beredar di internet berikut ini;
“Data terakhir hasil penelitian para ahli badan dunia PBB juga mengungkap soal umur dan penggunaan jembatan yang kini berada di bawah laut tersebut. Uji carbon dalam penelitian tersebut hanya mampu mengungkap usia hingga 5.000 tahun. Namun untuk mengungkap lebih jauh lagi tentang usia dari karya dunia ini, maka para ahli Badan PBB ini menggunakan Uranium Radio Isotop . Dan ternyata dari hasil uji radio isotop itu cukup mengagumkan. Para ahli berhasil mengungkap bahwa usia Sri Rama Bridge mendekati usia hingga jutaan tahun.”

Seorang mantan direktur Geological Survey of India , yakni S. Badrinaranayan mengatakan bahwa pembentukan alam seperti itu tidak mungkin. Lalu, manakah yang benar ? ilmuwan yang mengatakan bahwa jembatan rama adalah proses alam ataukan kepercayaan masyarakat Hindu, bahwa jembatan ini adalah hasil buatan pasukan kera? (bs22)

map2-001.jpg

ram_bridge_lanka.jpg

Iklan

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Mysteries Of The Past dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s