Melihat Keajaiban Dan Kemegahan Kota Petra Di Yordania

ancient civilizations.jpg
Melihat Keajaiban Dan Kemegahan Kota Petra Di Yordania
petra header-001.jpg

Petra merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru yang terletak di Yordania. Penetapan tujuh keajaiban dunia itu merupakan pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation, serta diumumkan di Lisbon, Portugal, pada 07-07-07 alias 7 Juli 2007.

view of petra-001.jpg
General View dari Petra.

Petra (bahasa Arab: al-Bitrā) adalah sebuah situs arkeologikal di Ma’an, Yordania . Situs ini digambarkan seperti “sebuah kota mawar merah yang antik” dalam salah satu puisi yang menang dalam lomba Newdigate Prize tahun 1845, karya dari John William Burgon .

800px-petra red rose.jpg
Petra dikenal sebagai Kota Mawar Merah dikarenakan warna bebatuan di mana Petra dipahat.

Sedangkan UNESCO menyatakannya sebagai “salah satu peninggalan kultural yang paling penting dalam peradaban manusia” dan masuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 6 Desember 1985. Petra dipilih oleh majalah Smithsonian sebagai salah satu dari “28 tempat yang harus dikunjungi sebelum meninggal dunia”.

the petra visitors centre in wadi musa, the closest town to the historic site.jpg
The Petra Visitors Centre di Wadi Musa, kota terdekat ke situs bersejarah.

Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean (Nabath) dan sekarang menjadi simbol dari Yordania, dan juga menjadi tempat kunjungan favorit para turis. Diperkirakan dibangun pada awal tahun 312 SM oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.

petra_al khazneh.jpg
Al-Khazneh atau The Treasury at Petra.

peta_petra.jpg
Peta Petra.

Keajaiban dan kemegahan bangunan Petra, karena kota ini terkenal dengan arsitektur yang dipahat pada bebatuan serta sistem pengairannya. Petra berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Indahnya kota ini karena didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.

Suku Nabatean (Suku Nabatean adalah salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi . Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba) membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.

Didalam bangunan petra Terdapat juga sebuah teater (gedung pertemuan/pertunjukan) yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.

the amphitheatre of petra. photo was taken by bpavacic in petra, jordan on 26 may 2006..jpg
The amphitheatre of petra. Foto diambil oleh bpavacic di petra, pada 26 mei 2006.

521px-silk_tomb,_petra.jpg
The silk Tomb.

800px-obelisk_tomb_and_triclinium.jpg
Obelisk Tomb and the Triclinium.

800px-uneishu_tomb,_petra.jpg
Uneishu Tomb.

sandstonerock-cut tombs ( kokhim) in petra.jpg
Sandstone rock-cut tombs ( kokhim) in petra.

tomb.jpg
Urn Tomb.

Petra terletak di dataran rendah di antara Gunung Hor yang membentuk sayap timur Wadi Araba , lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba pada ketinggian kurang lebih 800 hingga 1.396 meter diatas permukaan laut, di sebuah lembah dari sebuah pegunungan Edom , sebelah timur dari lembah Arabah . Kota ini terletak kurang lebih 200 km arah selatan dari ibu kota Yordania, bisa ditempuh kurang lebih 3-5 jam perjalanan darat(mobil) dari kota amman .

Lokasi dari Petra, tersembunyi di antara bebatuan dan tebing bertingkat dengan pasokan air yang sangat baik, menjadikannya tempat ideal untuk sebuah kota mandiri. Tempat tersebut hanya bisa dikunjungi melalui celah sempit di pegunungan dari arah barat daya atau timur melalui sebuah canyon dengan panjang kurang lebih 1,5 kilometer dan kedalaman 200 meter, yang disebut dengan Siq , sebagai akses utama, yang merupakan celah sangat sempit, dengan lebar hanya 2 meter.

path-2-petra.jpg
Jalur Menuju Petra.

comparative_petra_siq.jpg
Petra siq pada tahun 1947 (kiri) dibandingkan dengan lokasi yang sama pada tahun 2013 (kanan)

the narrow passage (siq) that leads to petra..jpg
Siq yang mengarah ke Petra.

741px-al_khazneh_01.jpg
Akhir dari Siq, dengan pemandangan dramatis dari Al Khazneh (“The Treasury”).

Pleny the Elder dan para penulis lainnya, menyatakan bahwa Petra adalah ibu kota dari Nabath, dan pusat dari perdagangan dengan mempergunakan karavan. Terdiri dari dinding batu dengan sistem pengairan yang baik, Petra tidak hanya memiliki banyak keuntungan sebagai benteng, tetapi ia juga mengontrol rute perdagangan utama yang melewati Gaza di Barat, ke Bushra dan Damaskus di Utara, ke Aqaba di Laut Merah , dan sepanjang gurun hingga ke Teluk Persia .

Sama halnya dengan kebanyakan keyakinan masyarakat masa itu, Masyarakat petra pada mulanya adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara , yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat , dewi arab kuno.

Masyarakat petra sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

576px-petra_jordan_dwellings.jpg
Salah satu dari beberapa tempat tinggal di Petra Yordania.

the hadrien gate and the cardomaximum in petra.jpg
The Hadrien Gate dan the Cardo Maximum di Petra.

the tombs of the street of facades, petra.jpg
Street of facades

Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati . Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia. Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.

Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra. Lebih maju dengan peradaban ini yaitu adanya pungutan bea dan cukai yang berguna untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.

Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara eropa dan timur tengah.

Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.

800px-great_temple_of_petra_02.jpg
Kuil Agung Petra.

monastery.jpg
El Deir (“The Monastery”)

ad deir (the monastery) in 1839, by david roberts.jpg
Ad Deir (“The Monastery”) tahun 1839, oleh David Roberts.

Pada tahun 106 M, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah dan arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi.

Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Lalu di abad ke-7 Masehi, Islam hadir (Konon saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya). Di abad itu, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari atlas bumi saat itu dan tinggal legenda.

mosaics from the former byzantine church of petra.jpg
Mosaik Bizantium di Gereja Byzantine dari Petra.

reruntuhan petra.jpg
Reruntuhan Petra.

Setelah perang salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi ‘kota yang hilang’ selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.

Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Ludwig Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman modern, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.

Petra dikelilingi gunung, di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra . Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun(Aaron) meninggal dan dimakamkan oleh Nabi musa (Moshes) . Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun . pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam , selain kaum Yahudi dan Kristiani .

Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan Kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. (bs22)

Iklan

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Ancient Civilizations dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s