Misteri Peti Mati Yang Berpindah di Makam Keluarga Chase

paranormal .jpg
Chase Vault Mystery
chase-001.jpg

CHASE VAULT MYSTERY
9 Aug 1812
Christ Church, Oistins, Barbados

bamssatria22.wordpress.com

Sebuah fenomena berbau supranatural yang tak terpecahkan pernah terjadi di Pulau Barbados. Tentang peti mati yang senantiasa bergerak di sebuah kuburan keluarga. Apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah aktivitas arwah penasaran atau anomali alam?

cv-b22.jpg

Kisah misteri yang tercatat dalam sejarah ini terjadi kira-kira dua abad lampau, namun peninggalannya masih terlihat utuh hingga tahun ini. Peristiwanya sempat menggegerkan penduduk Barbados di Kepulauan Karibia, Samudera Atlantik . Memancing campur tangan gubernur setempat dan penulis novel detektif, petualangan dan misteri terkenal Sir Arthur Conan Doyle .

Kejadian berawal dari sebuah distrik Christ Church , dekat Kota Oistins di ujung selatan Pulau Barbados. Keluarga Walronds , sebuah keluarga petani tebu yang makmur, membangun sebuah area makam keluarga. Pada 1724, seorang anggota keluarga tersebut, James Elliot membangun makam itu dari susunan pahatan batu sedemikian rupa dengan pintu penutup yang terbuat dari marmer pualam terpilih yang besar dan berat juga dirancang dengan cara yang khusus. Saking beratnya batu itu, dibutuhkan sekitar 6-7 orang untuk menggesernya. Ketika makam itu ditutup, celah pada marmer besar itu akan disemen sehingga tidak gampang untuk dibuka. Jika suatu hari pintu makam itu hendak dibuka kembali untuk menguburkan seseorang, maka semen tersebut harus dikikis kembali. Setelah proses pemakaman selesai, marmer itu digeser dan harus disemen kembali. Demikianlah makam itu dirancang sedemikian rupa. Makam demikian kokoh dan bagus, sehingga lebih mirip miniatur benteng.

christ_church.jpg
Christ Church Tempat Chase Vault Berada.

cv2-b22.jpg
Bagian Dalam Chase Vault.

chase-vault-image.jpg
Bagian Dalam Chase Vault.

Makam batu itu pernah ditandai dengan tulisan “Yang Mulia James Elliot, Esq, meninggal pada 14 Mei 1724, putra Yang Mulia Richard Elliot, Esq dan suami dari Elizabeth, putri Yang Mulia Thomas Walronds, Esq” . Namun tidak diketahui persis apakah Elliot memang benar dikubur di sana, sebab tidak ada bekas jasad atau peti matinya. Makam batu di bawah tanah itu ditemukan kosong pada 31 Juli 1807, saat jenazah Mrs.Thomasina Goddard (salah satu keluarga Walronds) dimakamkan di sana.

Namun entah mengapa, setahun kemudian (1808), makam batu tersebut diambil alih oleh keluarga Chase , seorang petani yang memiliki banyak budak. Makam tersebut diklaim sebagai milik mereka. Karena perubahan kepemilikan itu, makam itu itu kemudian diberi nama Chase Vault yang artinya Makam keluarga Chase.

Salah satu pemiliknya adalah Kolonel Thomas Chase , seorang tuan kebun yang dikenal kejam pada budak-budaknya. Menurut salah satu catatan di people’s almanac : “Kepala keluarga itu adalah seseorang yang memiliki tabiat yang jahat, ia begitu kejam terhadap budak-budaknya sehingga mereka sering mengancam akan membunuhnya.”

Makam itu digunakan keluarga Chase pertama kali untuk memakamkan Mary Ann Chase , putri usia 2 tahun yang meninggal dunia dan dimakamkan pada 22 Februari 1808. Jenazah ditempatkan pada peti mati berbasis timah.

Lalu jenazah Dorcas Chase , putri tertua Thomas, juga ditempatkan dalam peti mati terbuat dari timah dan dikuburkan di makam tersebut pada 6 Juli 1812. Isu beredar, Dorcas menderita stres dan mogok makan hingga tewas (bunuh diri), sebagai tindakan protes pada perlakuan ayahnya yang kejam.

Sebulan setelah itu, Kolonel Thomas Chase pun meninggal dunia karena bunuh diri. Jenazahnya ditempatkan dalam peti mati kayu berlapis logam seberat 108 kilogram. Pada 9 Agustus 1812 keluarga Chase segera menyiapkan makam yang sama untuk sang ayah. Namun saat pintu kubur dibuka, mereka terkejut luar biasa. Kedua peti jenazah kedua anak perempuan itu sudah berubah posisi. Tadinya diletakkan secara horisontal, kini menjadi vertikal dengan bagian kepala menghadap ke bawah. Sementara di sekitar area pemakaman tidak terlihat bekas-bekas dibuka paksa atau jejak manusia. Dengan terheran-heran, kedua peti jenazah kembali dirapikan. Peti jenazah Thomas Chase ditempatkan bersisian dengan peti jenazah kedua putrinya. Lalu pintu batu pualam ditutup kembali dan disemen.

Empat tahun kemudian, pada 25 September 1816, makam kembali dibuka untuk pemakaman Charles Brewster Ames , seorang anggota keluarga Chase termuda usia 11 bulan. Ternyata susunan ketiga peti jenazah di dalam makam batu itu sudah berubah lagi. Peti jenazah Thomas, yang paling tidak harus diangkat delapan lelaki dewasa, tampak tersandar di dinding dalam makam, kedua peti lainnya menyilang tak menentu. Lalu peti-peti itu kembali disusun seperti sediakala.

movingcoffins2.gif
Posisi sebelum.

movingcoffins4.gif
Posisi sesudah makam dibuka.

52 hari kemudian, tepatnya tanggal 17 November 1816, pintu Chase Vault kembali dibuka. Kali ini untuk menerima jenazah Samuel Brewster Ames . Sekali lagi, para pengurus pemakaman menemukan peti-peti mati di dalamnya telah berubah posisi. Dan sama seperti sebelumnya, peti mati kayu Mrs.Goddard adalah satu-satunya peti mati yang tidak berpindah tempat. Jadi, untuk ketiga kalinya mereka mengembalikan semua peti mati itu kembali ke posisinya yang semula.

Kejadian demi kejadian di makam keluarga ini mengejutkan semua orang. Pada 17 Juli 1819, jenazah Thomassina Clarke , akan dimakamkan di kubur batu itu. Sementara isu sudah beredar mengenai keanehan yang terjadi di sana. Kali ini banyak orang yang berkerumun ingin tahu. Ketika pintu makam dibuka, kejadian itu kembali terulang. Peti-peti jenazah di dalam makam sudah berpindah tempat dalam keadaan yang berantakan.

Peristiwa yang terjadi berkali-kali itu menghebohkan distrik Christ Church. Kabar tak sedap tersiar bahwa jenazah keluarga Chase tak diterima bumi, atau tentang kutukan yang menimpa, sampai soal arwah-arwah yang murka.

Lord Combermere , Gubernur Barbados, memutuskan untuk menangani langsung persoalan tersebut. Karena wilayah Barbados termasuk daerah yang sangat taat beragama, isu soal supranatural adalah persoalan sensitif. Saat makam dibuka (tahun 1819) ia melakukan pemeriksaan dan sangat terkejut ketika melihat lima peti jenazah itu terlihat berantakan susunannya, kecuali peti jenazah Mrs.Thomasina Goddard yang mulai melapuk.

cv3-b22.jpg
Posisi sebelum.

cv4.jpg
Posisi setelah diperiksa.

Gubernur kemudian memerintahkan sejumlah pekerja untuk menyusun ulang posisi peti-peti jenazah keluarga Chase. Ia mengawasi langsung pekerjaan itu, hingga akhirnya pintu makam ditutup kembali. Untuk meyakinkan seluruh penduduk, ia menempatkan segel di pintu makam.

Namun, sejumlah laporan kemudian diterimanya tentang suara-suara gaduh dan misterius dari dalam makam batu tersebut. Pada 18 April 1820, ia ditemani sejumlah pejabat daerah Walikota J.Finch, Nathan Lukas, Robert Boucher Clarke, Rowland Cotton, Thomas Orderson menilik makam yang semakin sarat isu itu. Ketika diperiksa segel pintu tidak rusak, sementara susunan peti di dalam kubur terlihat berantakan. Lapisan pasir yang menutup lantai makam tak menyisakan jejak atau bekas apa pun.

Setelah menuliskan dalam laporan resmi, ia kemudian memutuskan untuk mengosongkan makam tersebut. Hal ini untuk menghilangkan isu soal arwah penasaran dan isu lain yang buruk bagi wilayahnya. Sejak itu makam batu tersebut kosong dan tetap terbuka hingga hari ini.

Misteri Makam batu (tombstone) keluarga Chase menjadi salah satu fenomena yang menarik bagi dunia. Sejumlah turis yang tertarik aktivitas paranormal kemudian banyak yang mengunjungi lokasi makam tersebut. Berbagai upaya untuk menguak misterinya pun dilakukan.

Kisah mengenai peti mati berpindah Barbados ini pertama kali dipublikasikan oleh Major-General Sir James Edward Alexander dalam bukunya yang berjudul “Transatlantic Sketches” yang terbit tahun 1833. Setelah itu, masih ada beberapa tulisan lagi yang menceritakan kisah mengenai misteri ini.

359px-james_edward_alexander00.jpg
Sir JE Alexander.

Pada Desember 1907, Andrew Lang , seorang peneliti kisah-kisah rakyat dari Inggris mencoba untuk meneliti kebenaran kisah ini. Ia menyusuri sejumlah dokumen yang berasal dari Barbados, termasuk catatan pemakaman dan surat kabar setempat.
Lang tidak bisa menemukan adanya berita mengenai fenomena ini di surat kabar ataupun catatan pemakaman pada waktu peristiwa ini disebut terjadi. Namun, ia menemukan ada satu catatan yang tidak dipublikasikan yang berasal dari Nathan Lucas yang mengaku menjadi saksi saat Chase Vault dibuka untuk terakhir kalinya pada tahun 1820. Lang, tidak bisa memberikan kesimpulan pasti.

351px-andrew_lang.jpg
Andrew Lang.

Usaha penelitian yang berikutnya datang dari penulis modern bernama Joe Nickell lewat bukunya “Barbados restless coffins laid to rest” yang terbit tahun 1982. Nickell percaya kalau peristiwa peti mati berpindah itu sama sekali tidak pernah terjadi. Menurutnya, kisah ini hanyalah sebuah Masonic Hoax . Maksudnya adalah, kisah ini hanya sebuah alegori yang berisi kisah mengenai ruang rahasia yang menurut teks Masonic merupakan misteri purba, simbol kematian dimana kebenaran Ilahi bisa ditemukan.

Nickell menghubungkan kisah peti mati berpindah dengan misteri harta karun pulau Oak yang juga dipercaya sebagai Masonic Hoax lainnya. Sama seperti Alegori Masonic lainnya, kisah ini dipercaya hanya dibuat oleh para Freemason sebagai sebuah kisah simbolis yang tidak pernah terjadi di dunia nyata dan hanya ditujukan sebagai pengajaran bagi para anggota Freemason lainnya.

Nickell juga mengutip bukti yang berasal dari perkataan Lucas: “Aku sudah memeriksa seluruh dindingnya, lengkungannya dan setiap bagian dari Chase Vault dan menemukan kalau setiap bagian telah berusia tua dan mirip; dan seorang Tukang batu (Mason) di dekatku memukul setiap bagian bawah makam itu dengan palunya, dan ternyata semuanya padat.” Salah satu kutipan mengenai suara palu ini bisa ditemukan di Macoy’s Illustrated History and Encyclopedia of Freemasonry dimana dikatakan kalau para Mason menghormati dentuman suara palu sang Master yang melambangkan otoritas.

Masih menurut Nickell, Penggunaan kata “Mason” untuk menyebut tukang batu oleh Lucas cukup menarik. Nickell menduga kalau Lucas sendiri adalah seorang Mason yang berpartisipasi dalam pembuatan alegori itu.

Misteri ini juga mengundang seorang pengarang terkenal dengan kisah Detektif Sherlock Holmes dan The Lost World yakni Sir Arthur Conan Doyle. Setelah melakukan kunjungan ke situs makam tersebut, ia menduga kejadian perpindahan peti-peti jenazah berkaitan dengan kekuatan supranatural. Menurutnya, kekuatan gaib itu melakukan tindakan protes karena peti-peti jenazah tersebut dibuat dari basis logam dan timah. Logam akan menahan proses pembusukan yang alami. Hal ini berarti menentang proses alami pembusukan jenazah.

Teori ini diajukan oleh Conan Doyle atas pertimbangan bahwa peti jenazah Mrs.Thomasi Goddard yang seluruhnya terbuat dari kayu sama sekali tak terusik. Hanya peti-peti jenazah keluarga Chase (yang berbasis logam) saja yang mengalami perubahan-perubahan posisi.

Menurut Nickell, ia percaya kalau para Mason ternama lainnya ikut berpartisipasi dalam kisah alegori ini dan membantu menutup-nutupinya, seperti Sir Arthur Conan Doyle yang pernah membahas soal Chase Vault pada artikel tahun 1919 di surat kabar “The Strand” . Dalam artikel itu, Doyle menggunakan kata “Effluvia” yang berarti kuburan. Kata itu, umumnya hanya dimengerti oleh para Mason. Teori Nickell dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai misteri ini.

557px-joe-nickell-european-skeptics-congress-budapest-001.jpg
Joe Nickell.

Sejumlah laporan dan saksi mata menyatakan bahwa makam itu sama sekali tidak pernah diganggu manusia. Walaupun ada anggapan kemungkinan kaum budak kulit hitam terlibat dalam upaya balas dendam terhadap keluarga Chase, namun tidak ada bukti aktivitas manusia dalam kejadian di dalam makam. Bahkan ketika gubernur menyegel pintu, segel sama sekali tidak rusak. Seandainya orang memaksa masuk, tentulah segel akan terbuka.

Penelitian lain juga menjelaskan bahwa tidak ada kemungkinan aktivitas banjir yang memungkinkan perpindahan peti-peti mati di dalam ruang tertutup itu. Sementara, jika pergeseran terjadi akibat gempa, tidak ada bukti aktivitas gempa di sekitar tempat itu. Karena hal yang berubah hanyalah yang berada di dalam makam batu semata.

Ada banyak teori lain yang diajukan, namun semuanya tetap tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Selama 180 tahun lebih sejumlah wartawan, peneliti dan penulis tertarik pada misteri di makam batu itu. Puluhan buku membahas persoalan itu dan makam batu itu menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan. Apakah yang sebenarnya terjadi di dalam ruang yang gelap, lembab dan pengap itu?

Walaupun kisah ini dianggap sebagai hoax, misteri serupa disebut pernah terjadi di walaupun kisah ini dianggap sebagai hoax, misteri serupa disebut pernah terjadi di makam Stanton, Suffolk , dan di pemakaman Lutherian di pulau kecil Oesel di laut Baltik . Kedua misteri tersebut sama-sama terjadi pada abad ke-19 dan sama-sama belum terpecahkan.(bs-22**)

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Paranormal Phenomena dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s