Fairy Tale: Keajaiban Dunia Peri Yang Mungkin Benar-Benar Ada

magical creatures.jpg
Fairy Tale: Keajaiban Dunia Peri Yang Mungkin Benar-Benar Ada
fairytale-001.jpg

Peri atau fairy adalah istilah yang sering digunakan pada cerita rakyat dan dongeng untuk menggambarkan sosok makhluk yang memiliki kekuatan gaib yang kadang kala turut campur dalam urusan-urusan manusia. Peri dikatakan paling banyak penampakan atau muncul di negara-negara berkabut dan indah seperti Inggris. Peri merupakan makhluk yang sangat menyukai tempat yang indah dan berbunga sehingga kadang digambarkan tidur di atas bunga, tinggal di hutan dan menjaga pohon-pohon, serta bermain bersama hewan-hewan yang ada di dalam hutan tersebut.

fairy.jpg

ASAL NAMA PERI

Kata peri berasal dari bahasa Persia: Pari , yaitu malaikat yang jatuh. Dalam bahasa Inggris awalnya nama fairy berasal dari kata elvish sejak sebelum tahun 1000M yang berarti bangsa peri.

Menurut akar kata Indo-Eropa kemungkinan namanya berasal dari albiz yang walaupun asal-usulnya tidak diketahui, merupakan kata turunan dari albho yang berarti “putih”. Kata-kata inipun menjadi populer di antara orang kulit putih sehingga kini, di zaman modern, masih bisa ditemui keberadaannya sebagai nama panggilan dan nama keluarga seperti Ælfræd “Penasehat-peri” (Alfred) , Ælfwine “Teman-peri” (Alvin) , Ælfric “Pemerintah peri” (Eldridge) , dan juga nama-nama wanita seperti Ælfflæd “kecantikan-peri”.

PENGGAMBARAN WUJUD PERI

Di eropa, tepatnya di Inggris sekitar tahun 1592 oleh Shakespeare , peri digambarkan sebagai siluman(sprite) atau menjelma sebagai wanita cantik bersayap (fairy).

Peri juga sering diidentifikasikan sebagai makhluk-makhluk mitologis. Dalam penggambarannya, di negara-negara Skandinavia dan menurut cerita-cerita kuno dari Eropa Utara penamaan peri juga diberikan pada makhluk-makhluk halus yang digambarkan sebagai makhluk metafisik, gaib atau jelmaan dari alam. Meskipun pada kali lain peri juga digambarkan sebagai makhluk yang lebih nyata.

Peri dalam kisah anak-anak selalu digambarkan berwajah cantik, bersayap kupu-kupu, dan mengeluarkan kemilau yang indah dari seluruh tubuhnya. Penampilan mereka begitu anggun dan menawan.

Wujud dan penampakan peri ini bermacam-macam, satu waktu digambarkan bahwa mereka memiliki tinggi seperti rata-rata manusia biasa dan waktu yang lain digambarkan bahwa mereka ini berupa mahluk-mahluk kecil. Di Eropa, peri dalam wujud “besar” dipercaya telah “dibicarakan” sejak sebelum tahun 1000M, sedangkan wujud “kecil”nya mengikuti kemudian dengan membentuk rupanya sendiri berupa mahluk kecil baik yang bersayap maupun tidak, dan dipercaya muncul pada sekitar tahun 1250 – 1300M sebagai istilah turunan (dari bahasa Swedia alf,elfva) yang kemudian diterjemahkan sebagai fairy(Inggris) yang berarti mahluk yang menyerupai manusia kecil.

Kadang peri digambarkan memiliki telinga panjang dan lancip, dan memiliki rambut yang panjang. Peri juga seringkali digambarkan dapat berubah wujud, atau mengambil wujud wanita cantik yang tiba-tiba bisa menghilang. Ciri umum dari peri adalah kemampuannya dalam menggunakan sihir untuk mengubah wujud.

Ada juga legenda mengenai pemakaman peri. William Blake mengklaim pernah menyaksikannya. Allan Cunningham dalam bukunya, Lives of Eminent British Painters , mencatat klaim William Blake tersebut. Diceritakan bahwa Blake suatu malam di kebunnya melihat makhluk-makhluk seukuran belalang dengan warna hijau dan abu-abu, meletakkan sesosok tubuh di sebuah daun mawar dan menguburnya dengan nyanyian.

369px-william_blake_by_thomas_phillips.jpg
William Blake dilukis oleh Thomas Phillips (1807).

Peri kadang-kadang dipercaya sebagai makhluk yang usil pada manusia. Mereka membuat kusut rambut orang yang sedang tidur, mencuri benda-benda kecil, dan menyesatkan pengelana. Tuberkulosis juga kadang-kadang disebut disebabkan oleh peri, yang memaksa pria dan wanita muda untuk menari setiap malam. Hewan (sapi, babi, bebek, dll) yang ditunggangi oleh peri bisa mengalami kelumpuhan atau menderita penyakit misterius.

PERI DALAM CERITA RAKYAT

Dalam cerita rakyat Skotlandia, peri dibagi menjadi Seelie Court , yaitu peri yang menguntungkan namun bisa berbahaya, dan Unseelie Court , peri yang jahat. Peri dari golongan Unseelie court sering mencari hiburan dengan cara melakukan sesuatu yang membahayakan bagi manusia.

Pasukan peri merujuk pada para peri yang muncul dalam kelompok dan mungkin mendirikan pemukiman. Dengan definisi ini,peri biasanya dipahami dengan makna yang lebih luas, karena istilah ini juga bisa meliputi berbagai makhluk mistis yang terutama berasal dari Keltik; namun istilah ini bisa juga digunakan untuk menyebut makhluk yang serupa, misalnya Kurcaci atau Elf dari cerita rakyat Jerman. Lawannya adalah peri soliter , yakni peri yang tidak berhubungan dengan peri lainnya.

Dalam mitologi Jerman, Peri atau Elf merupakan ras Dewa kesuburan , tinggal di tempat-tempat yang alami dan asri seperti: gunung, hutan, telaga, mata air, dan air terjun. Mereka dilukiskan sebagai manusia yang selalu tampak muda dan cerah.

Peri termasuk salah satu makhluk legendaris yang sering muncul dalam cerita rakyat dari berbagai negara Eropa. Mereka memiliki sebutan khusus sesuai dengan negaranya, yakni:

*. Jerman: Elfen, Elben, Alben (yang terakhir – Alben – dipakai oleh Richard Wagner)
*. Inggris: addler (istilah kuno)
*. Belanda: elfen, elven, alven
*. Denmark: alfer, elvere, elverfolk, ellefolk atau huldrer.
*. Islandia: álfar, álfafólk dan huldufólk (makhluk tersembunyi)
*. Norwegia: alver, alfer atau elvefolk
*. Swedia: alfer, alver atau älvor (Älvor diterjemahkan sebagai fairy(Inggris) atau peri(Indonesia).

Pandangan mengenai Peri pertama kali muncul dalam mitologi Nordik . Dalam bahasa Norwegia kuno, mereka disebut “álfar” . Karakter Peri dalam negara-negara Skandinavia sudah biasa muncul dalam dongeng-dongeng dan cerita rakyat Eropa lainnya. Peri dalam negara-negara rumpun Jerman disamakan dengan Nymph dalam mitologi Yunani kuno dan Rusalki dalam mitologi negara rumpun Slavia.

JENIS-JENIS PERI

1. Asrais – kecil, lembut, peri laki-laki. Tidak bisa terkena sinar matahari langsung; selain itu mereka akan meleburkan diri kedalam kolam air.

2. Banshee – peri wanita; merupakan jiwa yang melekat pada keluarga-kelurga tertentu. Ketika seorang anggota keluarga mendekati ajalnya, keluarga itu akan mendengar banshee menangis. Tidak selalu menakutkan.

3. Bogles – Umumnya merupakan iblis-sifat dasarnya Goblin walaupun mereka cenderung untuk merugikan dengan cara melakukan kebohongan dan pembunuhan.

4. Brownies – Umumnya senang berada disekitar manusia dan pekarangan rumah. Bersahabat dan benar-benar membantu.

5. Dwarfs – bertubuh pendek gemuk dan kuat. Mencapai dewasa pada usia tiga tahun dan berwarna abu dan berjenggot pada usia tujuh tahun. Disebutkan bahwa mereka tidak bisa terlihat di bawah sinar matahari, sehingga untuk melihatnya harus membawa mereka ke batu. Bagaimanapun, ada ramuan dan mantera-mantera yang bisa membuat mereka tahan terhadap sinar matahari.

6. Dryads – Mereka adalah jiwa yang menghuni pohon-pohon, khususnya pohon oak. Druid menggunakan mereka sebagai sumber inspirasi.

7. Elves – Nama lain dari pasukan peri yang diketahui. Mereka dibagi lagi menjadi Seelie dan Unseelie.

8. Fir Darrig – (Fear Deang) Secara praktis merupakan badut alam yang mengerikan. Mereka bisa merubah wajahnya menjadi siapapun yang diinginkannya.

9. Gnomes – Elemen-elemen dasar bumi. Mereka hidup dibawah permukaan tanah dan menjaga harta-harta yang ada di bumi. Gnome pekerja logam yang mengagumkan, khususnya untuk pedang dan baju besi.

10. Goblins – Adalah nama yang digunakan bagi spesies peri yang buruk. Tubuhnya kecil dan jahat, dan biasanya bergerombol karena akan kehilangan kemampuannya jika bertindak sendirian. Mereka biasanya dikendalikan oleh sebuah Mage untuk maksus-maksud jahat.

11. Gwragged Annwn – (Gwageth anoon) merupakan peri air, yang kadang-kadang mengambil manusia pria untuk dijadikan suami-suaminya.

12. Gwyllion – Merupakan hantu air scotlandia. Mereka sering tampak sebagai laki-laki berambut atau hantu wanita menyeramkan yang mencegat dan menyesatkan para pejalan malam hari di jalan-jalan pegunungan. Peri gunung senang duduk di atas batu pada salah satu sisi dari jalur pegunungan dan diam-diam mengawasi orang-orang yang menlintas.

13. HobGoblins – Biasanya merupakan nama untuk makhluk kecil aneh namun bersahabat biasa kita sebut kurcaci.

14. Knockers (Buccas) – Ruh daerah pertambangan yang bersahabat dengan para penambang. Mereka mengetuk lapisan bijih yang banyak kandungan logamnya.

15. Leprechauns – Sangat lihai dan licik dan dapat menghilang dalam satu kejapan mata. Mereka terutama sekali sangat mencintai, dan aktif pada hari-hari Saint Patrick, tetapi hari apapun juga baik bagi mereka.

16. Mer-People-Mermaid – Mereka tinggal didalam air, tetapi mereka mirip manusia dari pinggang ke atas dan memiliki ekor seperti ikan. Mereka sangat menarik sekali sehingga memikat nelayan-nelayan menuju kematiannya. Disebut juga Murdhuacha (muroo-cha) atau Merrows.

17. Pixies – Sering berwujud landak. Mereka peri yang jahat yang senang mempermainkan manusia dan bangsa peri lainnya. Mereka juga senang mencuri kuda untuk ditunggangi.

18. Phouka – Bisa terlihat dalam berbagai bentuk binatang dan biasanya berbahaya.

19. Redcap – Salah satu iblis yang terkenal dari old Border Goblins . Dia tinggal di reruntuhan menara atau kastil-kastil, terutama yang memiliki sejarah kejahatan. Dia mewarnai topinya dalam darah manusia.

20. Shefro – Peri laki-laki yang mengenakan jubah hijau dan topi merah.

21. Sidhe (shee) – Nama untuk peri-peri yang tinggal di bawah permukaan tanah. Sebuah gundukan kuburan tua atau bukit kecil yang mempunyai pintu menuju kerajaan peri bawah tanah yang indah.

22. Sluagh – Ruh penasaran yang kematiannya tak termaafkan, atau para penyembah berhala. Merupakan lawan yang hebat bagi peri dataran tinggi. Spriggans – Diceritakan berwajah jelek, aneh dan kerdil dalam dunia alami mereka, tetapi dapat merubah bentuk dalam ukuran raksasa. Spriggans merupakan gerombolan penjahat yang keji, ahli dalam mencuri, perusak yang cekatan dan membahayakan. Mereka mampu merampok rumah-rumah manusia, menculik anak-anak (dan meninggalkan seorang bayi Spriggan yang menjijikkan sebagai gantinya).

23. Trolls – Tidak suka terkena sinar matahari. Mereka sering melakukan tarian bagian potongan telinga yang aneh yang disebut Henking.

24. Trows – Sama dengan Trolls dan menyukai mereka, anti terhadap sinar matahari. Mereka juga melakukan tarian Henking.

25. Urisk – Merupakan peri terpencil yang sering mendiami kolam-kolam sepi. Dia akan sering menampakkan diri pada rombongan manusia namun kemunculan yang aneh dan menyeramkan merupakan cara yang dilakukannya.

26. Water Fairies – Adalah penyedia makanan bagi tanaman-tanaman dan pengambil kehidupan . Mereka mengkombinasikan kecantikan dengan penghianatan dan kematian. Mereka bisa menjadi teman atau lawan.

FOTO PERI PHILLYS BACON

Begitu banyak kisah dan peristiwa yang menggambarkan tentang makhluk menakjubkan ini, namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah mereka nyata? Apakah peri itu benar-benar ada?

Phillys Bacon, 55, New Addington, Croydon, London Selatan mengobrol dengan kerabatnya seusai makan malam. Saat itu ia mengobrol sambil menghadap ke pintu belakang menghadap ke kebun. Karena tertarik melihat pemandangan indah di kebun pada malam hari, Mrs.Bacon lantas memotret dan setelah melihat hasil jepretan kameranya, ia kaget melihat apa yang baru saja tertangkap oleh kameranya.

tinkerbell.jpg

Mrs.Bacon sangat terkejut ketika menyaksikan sesuatu berkilauan tertangkap kameranya sedang terbang di kebunnya. selama berbulan-bulan ia mencoba untuk mendapatkan penjelasan rasional tentang penampakan itu. Ia berusaha mencocokkan dengan gambar kupu-kupu, ngengat, kumbang, yang kemungkinan mirip dengan makhluk tersebut, namun ternyata tidak ada.

tinkerbell2.jpg

“Menurutku makhluk itu mungkin peri,” katanya ketika mempublikasikan foto tersebut untuk pertama kalinya.

“Saya telah menunjukkan foto itu untuk mendapatkan penjelasan yang masuk akal, namun tidak seorang pun tahu apa itu,” tambahnya.

Mrs.Bacon mengatakan bahwa ia tidak memalsukan foto tersebut. sebelumnya ia enggan mempublikasikan foto tersebut karena takut dianggap gila.

FOTO-FOTO PENAMPAKAN PERI

Selain foto dari Mrs.Bacon di atas, ada juga beberapa foto yang mungkin menggambarkan penampakan peri yang berhasil tertangkap kamera. Berikut foto tersebut.

fairy_woods_lg.jpg

fairy_lg.jpg

FOTO PERI COTTINGLEY

Pada bulan Juli 1971, Elsie Wright, 16 tahun, dan sepupunya, Frances Griffiths, 10 tahun, bosan akibat cacian dari ayah Elsie atas pengakuan mereka melihat peri sehingga mereka meminjam kamera ayahnya dan mengambil beberapa foto untuk membuktikan keberadaan mereka. Gadis-gadis ini tinggal bersama di Cottingley, di pinggiran Bradford, West Yorkshire, Inggris.

Setelah foto diberikan, orang tua Elsie benar-benar terkejut, gambar yang diambil adalah Frances dengan sepasukan peri sedang menari di depannya. Ayah Elsie yang adalah seorang fotografer amatir menyangkal dan mengatakan itu adalah potongan-potongan karton yang dibuat-buat sedemikian rupa dan menyamai peri. Mr Wright yakin foto tersebut tidak benar.

cottingley_fairies_1.jpg
Yang pertama dari lima foto, yang diambil oleh Elsie Wright pada tahun 1917, menunjukkan Frances Griffiths bersama para Peri.

Dua bulan kemudian kedua gadis kecil itu menyodorkan lagi selembar foto peri-peri pada ibu Elsie dan kemudian ditunjukkan ke sebuah konferensi sosial di Harrogate. Dalam waktu singkat, foto-foto itu menjadi pusat perhatian dan menyebar. dari orang-orang yang percaya bahwa peri itu nyata, yang paling menonjol dan vokal adalah Sir Arthur Conan Doyle, pencipta Sherlock Holmes.

Sir Arthur mencetak dua gambar pertama di Strand Magazine pada tahun 1920 untuk membantu mendukung argumennya bagi keberadaan peri, rencana ini membuat cerita sensasi di seluruh dunia.

cottingleyfairies2.jpg
Yang kedua dari lima foto, menunjukkan Elsie dengan Peri Gnome.

Pada tahun 1920, Sir Arthur memutuskan agar Elsie dan Frances untuk sekali lagi diberi kamera dan meninggalkan mereka sendiri di sungai kecil. hasilnya adalah tiga foto peri lagi dan ini adalah foto terakhir sebelum mereka berpisah dari satu sama lain dan berhenti melihat peri. Sir Arthur kemudian mencetak ketiga gambar dalam sekuel untuk artikel dan pada tahun 1922, ia memperluas dua artikel ke dalam sebuah buku, “The Coming of the Fairies”.

cottingleyfairies3.jpg
Frances dan peri yang melompat, foto ketiga

cottingleyfairies4.jpg
Elsie bersama Peri di foto ke empat.

cottingley-sunbath5.jpg
foto kelima dan terakhir dari Fairies Cottingley.

Pada tahun 1983, para sepupu mengakui dalam artikel yang diterbitkan di majalah tak diterangkan bahwa foto-foto telah palsu, walaupun keduanya menyatakan bahwa mereka benar-benar telah melihat peri. Mereka berkata bahwa mereka memotong gambar dari buku cerita kardus dan menambahkan dengan pin topi, membuang buku mereka di sungai kecil sekali foto telah diambil. Elsie mengaku bahwa kelima foto tersebut palsu, namun Frances bersikeras bahwa foto yang kelima adalah asli, bukan rekaan.

Dalam sebuah wawancara televisi 1985 tentang Arthur C. Clarke’s World of Strange Power, Elsie mengatakan bahwa dia dan Frances terlalu malu untuk mengakui kebenaran selepas penulis Sherlock Holmes: “Dua anak-anak desa dan seorang lelaki yang cerdas seperti Conan Doyle- kita hanya diam.” Dalam wawancara Frances yang berkata: “Saya tidak pernah memikirkan hal itu sebagai penipuan. Itu hanya Elsie dan saya sedikit bersenang-senang dan aku tidak bisa mengerti hingga ke hari ini mengapa mereka percaya dan ingin percaya.”

FOTO JASAD MANUSIA KUPU-KUPU

Tahun 2007, untuk pertama kali beredar foto-foto mayat Peri di internet. Seorang pria Inggris mengaku menemukan mayat peri atau mayat manusia kupu-kupu di semak-semak di dekat daerah Derbyshire, Inggris. Jasad makhluk ini ditemukan di atas gundukan tanah di sekitar pekarangan rumahnya. Saat pertama kali melihatnya, orang tersebut mengira makhluk ini merupakan jasad anak kecil, maka ia pun bergegas meraih telpon genggamnya untuk menghubungi polisi.

Karena dorongan rasa ingin tahu yang besar, sebelum polisi tiba di TKP, ia sempat berfikir dan merasa janggal. Mengapa jasad makhluk kecil yang satu ini mempunyai sayap mirip dedaunan dan badannya terlalu mungil untuk ukuran seorang balita. Bahkan ketika polisi tiba, mereka juga bingung dan tidak mengerti sebenarnya ini makhluk apa.

Menurut laporan X-ray, makhluk tersebut memiliki struktur tulang mirip dengan susunan tulang pada balita, namun pada badannya sedikit berongga seperti jenis-jenis hewan insecta. Uniknya, ia juga memiliki bentuk fisik mirip manusia, mempunyai dua tangan lengkap dengan lima jari, dua kaki, dan pada bagian kepalanya terdapat lapisan jaringan kulit sangat tipis yang ditumbuhi rambut berwarna pirang keemasan.

mayat peri.jpg

Tapi yang tak habis pikir, mengapa makhluk ini mempunyai sayap dan tinggi badannya tergolong sangat kecil, antara 10-20 cm tingginya. Jasadnya juga tidak membusuk, namun malah mengering dan sama sekali tidak mengeluarkan bau busuk. Pada struktur sayapnya sendiri, walaupun sekilas jika dilihat mirip dengan dedaunan, tetapi ini bukanlah merupakan sejenis daun, jika diraba akan terasa perbedaannya. Sayapnya mirip dengan struktur sayap hewan-hewan insecta pada umumnya. Sampai saat ini tim forensik yang meneliti jasad makhluk tersebut belum mengerti sepenuhnya mengenai jenis dan identitasnya. Tetapi berbagai kesimpulan yang didapat, makhluk tersebut memiliki struktur DNA mirip dengan DNA manusia, namun juga terdapat banyak kesamaan dengan hewan-hewan insecta.

Belakangan ketahuan ternyata mayat tersebut adalah hasil karya seorang seniman Inggris bernama Dan Baines. Baines membuat mayat tersebut dalam rangka lelucon April Mop dan dengan cerdik ia membuat foto yang seakan-akan menunjukkan sebuah otopsi sedang berlangsung terhadap mayat tersebut yang akan membuat orang menjadi semakin percaya.

Pada tanggal 8 April 2007, tubuh “manusia kupu-kupu” terjual di Ebay dengan harga 280 Poundsterling dan sekarang menjadi koleksi pribadi di Amerika Serikat.

Dunia peri memang dunia penuh misteri. Begitu menarik untuk diungkap. Seperti perkataan Frances, “…Mengapa mereka percaya dan ingin percaya.” merupakan alasan bagi kita untuk terus mencari tahu keajaiban dunia peri yang mungkin saja benar-benar ada. . . (bs22)

Iklan

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Encyclopedia Of Magical Creatures dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Fairy Tale: Keajaiban Dunia Peri Yang Mungkin Benar-Benar Ada

  1. stefanusimanuel berkata:

    SAYA YAKIN ADANYA PERI MUNGKIN HANYA PERLU BERUSAHA MENEMUKAN DIMANA TINGGAL KARENA YANG KITA TAU PERI ITU MENJAUG DARI MANUSIA DAN ITU BELUM DI KETAHUI MENGAPA PERI MENJAUH????…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s