Misteri Tengkorak Kristal Sebagai Bukti Kehebatan Manusia

mystery of the past 2.jpg
Misteri Tengkorak Kristal Sebagai Bukti Kehebatan Manusia
0520n_crystalskullsdoc-001.jpg

Crystal skull pada awal penemuannya termasuk dalam daftar O-O-Parts (out of place artifacts) atau artifak yang seharusnya tidak pernah ada di masa itu, tetapi para orang yang berpikir kritis bahwa ada penjelasan ilmiah didalamnya pada beberapa tahun lalu mendapatkan titik terang asal usul benda ini

the-crystal-skulls-reduced.jpg

kisah-kisah tentang crystal skull yang saat ini memang banyak yang berkaitan dengan suku maya dan aztec karena ada legenda dari kedua suku ini yang berhubungan dengan benda yang mirip dengan Crystal skull. Benda ini sendiri merupakan artifak berbentuk tengkorak manusia yang terbuat dari kristal-quartz yang berwarna bening, dan hingga saat ini paling tidak telah ada 6 tengkorak kristal yang berada di beberapa museum nasional.

British Museum yang melakukan penelitian berulang ulang pada artifak ini, setidaknya baru pada tahun 2004 peneliti menemukan adanya tanda-tanda bahwa lekukan garis yang membentuk bagian gigi crystal skull di ukir dengan menggunakan peralatan perajin emas pada abad 19, temuan ini sontak mulai meruntuhkan anggapan crystal skull dibuat oleh peradaban aztec dan maya, penelitian ini berkesimpulan bahwa crystal skull diukir di jerman dan bahan dasar kristal quartz tersebut di impor dari brazil.

Pihak museum inggris dan museum prancis yang meneliti asal usul dari crystal skull ini berpendapat bahwa Eugene Boban , seorang penjual barang barang antik sekaligus arkeolog adalah orang yang menyebarkan crystal skull. Pada tahun 1860 – 1880 tengah menjalankan usahanya di mexico city. Eugene Boban dan barang antiknya, terlihat crystal skull di dekat lututnya

Dalam journal archaelogiocal science pada mei 2008, tim peneliti asal inggris dan amerika meneliti crystal skull menggunakan mikroskop elektron dan sinar-X crystallography menyimpulkan bahwa crystal skull yang berada di museum inggris dibuat dengan amplas kasar berbahan alumunium oksida dan berlian dan dibentuk dengan piringan berputar yang dibuat secara khusus, berbeda lagi dengan crystal skull yang berada di institut smithsonian yang diklaim dibentuk menggunakan amplas silikon-carbon yang merupakan bahan sintetik yang sama digunakan dalam industri modern saat ini, karena bahan sintetis itu baru ditemukan abad 20.

Tak hanya berhasil memecahkan cara pembuatan crystal skull ini, para peneliti juga mampu melacak jejak dan asal usul crystal skull. Semuanya berawal pada abad 19, saat itu adalah periode dimana seni bernuasa kematian dan neraka sedang menjadi tren di daratan eropa dan amerika. Sebagai contoh selama tahun 1852 – 1870, pada masa pemerintahan Louis Napoleon , beberapa perajin perancis membuat benda seni yang dinamai “diableries”, diableries adalah diorama yang berisi miniatur kerangka manusia, setan dan beberapa entitas mistis lain.

Di mexico juga mengalami demam ini, Jose Guidalope Posada membuat sketsa komedi satir dan humor dengan menggunakan miniatur tengkorak, dimana sebenarnya budaya seperti ini juga berasal dari eropa yang dibawa masuk ke mexico saat Louis Napoleon menginvasi mexico tahun 1803.

Crystal skull sendiri dibedakan menjadi 3 generasi, generasi pertama crystal skull mulai beredar pada tahun 1860 dimana crystal skull pertama didapatkan oleh Henry Christy dan 2 orang lain pada tahun 1867, kemudian pada 1874 Museum nasional mexico membeli dua crystal skull lain dengan harga 28 peso dari Luis Constantiau dan 30 peso dari Jelix Mala pada 1880.

Pada tahun 1878, Eugene Boban menjual beberapa crystal skull lain kepada Alphonse Pinart , seorang penjelajah dan ethnograper. Yang kemudian crystal skull ini disumbangkan kepada Trocadero, Keluarga bangsawan Musée de i’homme , hingga pada tahun 1878 ini crystal skull ini disebut crystal skull generasi pertama karena ukurannya yang kecil (berkisar 1 inch hingga 2,5 inch) dengan lubang vertikal dari tempurung kepala hingga bawah, crystal skull berukuran kecil ini dimaksudkan sebagai memento atau bandul atau ornamen yang sekiranya bisa mengingatkan manusia kepada kematian.

Peredaran crystal skull generasi kedua yang berukuran lebih besar dan tanpa lubang di atas kepala dimulai pada tahun 1881 ditoko milik eugene boban, tetapi karena saat itu crystal skull tidak laku boban memutuskan untuk kembali ke mexico city. Menurut kabar dari penduduk lokal disanalah boban menjual crystal skull itu kepada museum nasional mexico dengan mengatakan bahwa crystal skull itu adalah sisa sisa peradaban aztec, tetapi pihak museum enggan membelinya.

Pada juli 1886, boban berpindah tempat usaha menuju new york. Disanalah diadakan lelang untuk barang barang antik seperti artifak arkeologi, manuskrip kolonial meksiko dan banyak buku buku kuno, diantara benda benda itu terdapat crystal skull. Disanalah satu crystal skull berhasil terjual kepada Tiffany & Co seharga 950 dollar, 10 tahun kemudian tiffany menjualnya kepada museum inggris dengan harga yang sama. Menariknya dari daftar lelang di new york ada satu lagi crystal skull yang berhasil terjual yaitu kepada George Sisson.

Generasi ketiga crystal skull muncul sebelum tahun 1934, dimana sidney barney mendapatkannya dari seseorang, crystal skull yang didapatkan sidney mirip dengan yang berada di museum inggris tetapi untuk yang satu ini ukirannya lebih mendetail di bagian gigi dan mata. Pada tahun 1943 crystal skull ini dijual di london kepada Frederick Arthur Mitchell-Hegdes .

Apakah nama ini terdengar familiar? Ya, tentu saja karena salah satu cerita Crystal Skull ini berasal dari Anna Mitchell-Hegdes yang merupakan anak adopsi dari Frederick yang juga pewaris crystal skull ayahnya.

Walaupun crystal skull sudah tak lagi misterius, tetapi benda yang satu ini tetap mencerminkan kehebatan manusia dalam membuat sesuatu yang indah melebih jamannya. (bs22)

Sumber:
http://www.anthropology.si.edu
archaelogy.org

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Mysteries Of The Past dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s