Pengalaman Sudjana Kerton Bertemu Alien (1979)

encounters.jpg

http://www.bamssatria22.wordpress.com

alien abduction .jpg

SUDJANA KERTON ALIEN ABDUCTION
1979
Dago pakar, Bandung, West Java

bamssatria22.wordpress.com

Sebelum berangkat ke luar negeri, Sudjana Kerton yang seorang seniman pelukis tidak pernah tahu apa itu UFO, lebih-lebih lagi untuk mempercayainya. Namun, setelah ia bermukim di negeri Paman Sam, ia telah mengalami peristiwa aneh yang seumur hidup tidak akan dilupakannya.

Agustus 1953 ,saat itu Kerton berada di Denver, memandang langit dari sebuah park. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh sebuah fenomena aneh di ketinggian cakrawala. Ternyata benda yang dilihatnya itu berbentuk cerutu besar yang sedang melayang diam di atas langit, benda tersebut berubah-ubah warna dari hijau dan kuning. Dan setelah cukup lama diperhatikannya, dari seputar benda (pesawat tak dikenal) itu menyorot lampu-lampu yang tak terhitung banyaknya.

Setelah kejadian di Denver malam itu, Kerton mulai tertarik membaca buku-buku laporan mengenai UFO yang ditulis oleh berbagai penulis terkenal di seluruh pelosok dunia. Dan dari beberapa referensi yang dibacanya, ia menemukan kesimpulan sementara bahwa mungkin saja yang dilihatnya di Denver malam itu adalah pesawat induk (mothership) dari angkasa luar yang juga pernah dipergoki dan dipotret oleh George Adamski di Desert Centre.

Setelah mengalami peristiwa berkesan itu, kerap muncul firasat yang menggoda seakan-akan berbisik sebuah perintah bahwa ia berserta keluarga harus segera pulang ke Indonesia dan membangun sebuah rumah di atas perbukitan. Entah bagaimana, ternyata firasat yang berupa perintah tersebut tanpa pikir panjang diturut oleh sang seniman yang menjadi tukang melamun itu. Maka pulanglah ia ke Bandung dengan memboyong isteri bule yang berkebangsaan Amerika beserta putrinya yang blasteran. Setelah itu segeralah ia membangun rumah di perbukitan Pakar yang strategis, yang bentuk rumahnya mirip piring terbang.

Dalam ceramah khusus di hadapan Rotary Club , Sudjana Kerton banyak menuturkan pengalaman khusus setelah mendiami sangkar bundarnya yang terpencil. Ternyata UFO tidak saja betah di Denver atau New York, tetapi bukit Pakar yang tak terkenalpun dikunjunginya berkali-kali, seakan-akan para pilot UFO telah tahu bahwa Kerton pulang ke tanah leluhurnya.

Dalam pengakuannya, seniman yang telah memiliki reputasi internasional itu, sering sekali menyaksikan piring terbang yang menyorotkan sinar-sinar aneh di atas rumahnya, yang isterinya sendiri tidak melihatnya. Oleh kenyataan itu, sering sang isteri yang bule menuduh crazy kepada Kerton yang meng-gila-i piring terbang.

Pengalaman yang paling berkesan kepadanya ialah saat ia didatangi piring terbang di larut malam tahun 1979 yang sunyi, saat itu ia sambil setengah mengantuk membaca buku sendirian. Pesawat asing berwujud cakram yang kerap disaksikannya itu menyorotkan cahaya ke perbukitan Dago Pakar di malam hari seakan-akan mencari sesuatu, kali ini meluncur mendekat ke arah sanggar Kerton.

Ia tersentak terkejut bukan main karena wahana yang menyilaukan itu semakin dekat saja seakan ingin melahapnya. Tiba-tiba menyorotlah sinar aneh ke sekujur tubuhnya, yang seakan-akan menghipnotis kesadarannya. Jiwanya berontak ingin lari menjauh, namun apa daya tubuh serasa kaku, lemas, bersama kesadaran asing yang menyelimutinya. Dalam setengah sadarnya itu, tiba-tiba Kerton merasa dijemput dua makhluk asing mirip robot setinggi kira-kira 95 cm.

Dan oleh kedua makhluk yang jalannya kaku itu, Kerton dituntun tanpa mampu menolak, melewati pekarangan rumahnya, lantas dibawa masuk ke pesawat yang mengambang di atas tanah, lewat berkas cahaya yang menyilaukan seakan sebuah tangga elektromagnetik yang amat halus.
Dalam setengah mimpi, Kerton merasa dibawa ke sebuah tempat yang amat asing yang warnanya serba putih, sambil ia sendiri bertanya-tanya dalam hati: masihkah ia berada dalam pesawat, ataukah telah dibawa ke sebuah planet yang jauh?

Dalam setengah sadar, di tempat yang serba putih itu, Sudjana Kerton berjumpa dengan empat makhluk asing yang juga serba putih dengan tinggi kira-kira lebih dari 3 meter. Kerton masih ingat bahwa makhluk-makhluk besar jangkung itu mirip-mirip orang mongol, dengan mata yang sipit yang ujung-ujungnya mencuat sedikit ke atas, mulut mereka tampak sekedar garis tipis yang melintang, hidung tajam, disertai kepala botak tanpa rambut.

Masih dalam suasana setengah sadar, Kerton tak ingat persis apa yang telah dilakukan makhluk-makhluk asing itu terhadapnya. Ketika ia sadar, tiba-tiba ia kembali di tempat semula (diberanda rumahnya), tempat ia diculik dua manusia robot.

Tatkala pulih kesadarannya, UFO itu lenyaplah sudah. Sekilas merinding setelah ia ingat mimpi buruk telah terjadi. Memang mula-mula peristiwa yang tak ada duanya itu dianggap cuma mimpi. Namun, ternyata kakinya ternyata penuh lumpur!

Di dalam kebingungan yang semakin menyelubungi, akhirnya Kerton sadar bahwa pengalaman itu tidaklah sekedar mimpi, lebih-lebih lagi setelah disaksikannya gamblang bekas kaki-kakinya sendiri serta bekas kaki-kaki makhluk-makhluk asing itu terlukis jelas ditanah pekarangannya, yang basah dan gembur.

Setiap bangun pagi-pagi, biasanya Kerton melepas ayam-ayam peliharaannya untuk diawur (diberi gabah). Namun, aneh pada pagi setelah kejadian itu, ayam-ayamnya ternyata semua sakit, tak mau keluar kandang selama tiga hari, seakan-akan merasakan ketakutan yang luar biasa. Mungkinkah disebabkan karena pengaruh elektromagnetik yang dipancarkan piring terbang itu?

Guna mengukuhkan bukti-bukti yang autentik dalam peristiwa yang luar biasa itu, Sudjana Kerton tak lupa membikin cetakan coran gips dari bekas kaki sang penculik yang andai diperhatikan cukup teliti tampak jelas jemari kaki-kaki itu berwujud runcing canggih seakan panjang pendeknya bisa distel, disesuaikan dengan situasi kemiringan tanah yang diinjaknya. Rupanya makhluk-makhluk pendek yang membawa Kerton itu cuma robot yang dikemudikan langsung dari kokpit piring terbang.

kerton.jpg
Sudjana Kerton with one of his paintings in an undated photo. In the years before he died in 1994 at the age of 72.

Catatan: Sudjana Kerton telah meninggal dunia pada bulan April 1994.

Dikutip dari buku: TAFAKUR DI GALAKSI LUHUR, karangan Dedy Suardi, hal 102-106. Penerbit CV Rosda, Bandung, 1989.

Iklan

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Alien Encounters: UFO Experience dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s