St. Augustine Monster: Bangkai Paus Ataukah Bangkai Giant Octopus?

cryptid.jpg
bamssatria22.wordpress.com
st.augustine-005.jpg

ST. AUGUSTINE MONSTER
-Large Unidentified Carcass
-30 Nov, 1896
-St. Augustine, Florida

Bamssatria22.wordpress.com

St. Augustine Monster adalah sebuah bangkai berukuran besar yang ditemukan terdampar di pantai florida, amerika pada 1896.

st.augustine-001.jpg

PENEMUAN

Bangkai st. Augustine Monster ini pertama kali terlihat pada malam 30 november 1896. Saat itu dua orang bocah, Herbert Coles dan Dunham Coretter , melihatnya saat sedang bersepeda di pulau anastasia dekat St.Augustine, Florida. Tetapi saat itu mereka mengira itu adalah seekor bangkai paus,sama seperti yang pernah terdampar di daerah itu 2 tahun sebelumnya di dekat muara Sungai Matanzas, terletak beberapa mil di sebelah selatan St Augustine. Setengah bangkai itu terlihat terkubur oleh pasir.

st.augustine-006.jpg

Kedua bocah tadi kemudian melaporkannya kepada Dr. Dewitt Webb yang juga dikenal sebagai pendiri St. Augustine History Society and Institute of Science . Dr. Webb yang kemudian mendatangi tempat bangkai itu keesokan harinya sangat terkejut mendapati sebuah bangkai yang telah membusuk dengan warna merah muda pucat. Berukuran 6 x 2,5 meter dngan berat prakiraan mencapai 5 ton.

st.augustine-002.jpg

Saat itu Webb langsung menduga bahwa itu adalah Giant Octopus karena terlihat ada 4 bagian tubuh yang menjalar seperti Tentakel. Bagian dari bangkai yang terlihat saat diukur panjangnya 18 kaki (sekitar 6 meter) dan lebarnya7 kaki (sekitar 2 ½ meter). Webb memperkirakan beratnya kurang lebih 5 ton.

giant-octopus-001.jpg
Giant Octopus.

Pada 7 desember, Webb kembali ke tempat itu dengan 2 orang rekannya, Edgar Van Horn dan Ernest Howatt , untuk meneliti kembali dan mengambil beberapa sampel lagi. Mereka mengambil 2 foto bangkai itu, satu foto diambil dari arah samping dan satu lagi dari arah depan yang mana Webb berpose di dekatnya. Mereka tidak mempublikasikan foto-foto tersebut dan Foto-foto ini untuk waktu yang lama telah dianggap hilang.

Tahun 1987, American Naturalist mempublikasikan gambar yang dibuat oleh Alpheus Hyatt Verrill yang didasarkan dari foto Webb. Meski demikian, salah satu foto Webb asli yang di ambil dari arah samping berhasil didapat oleh Gary Mangiacopra pada tahun 1994, hal ini menjelaskan bahwa gambar Verrill mungkin berdasar pada foto ini. Sebuah gambar sederhana dari foto ini juga muncul di koran Hartford Daily Running pada 18 Februari 1897.

Bersamaan dengan itu, dengan pasti Mr.Wilson menulis memorandum kepada Webb, mengkomunikasikan hasil pengamatannya setelah menggali di sekitar bangkai; “satu bagian tubuh mirip tentakel yang menjalar di sebelah barat tubuh bangkai panjangnya 23 kaki dengan pangkal yang panjangnya 4 kaki, tiga bagian lain mirip tentakel yang menjalar di selatan tubuh bangkai, yang satu panjangnya lebih dari 23 kaki, sementara 2 lainnya panjangnya 3 atau 5 kaki lebih pendek.”

st.augustine-004.jpg

Pada 13 desember 1896, Dr. George Grant , pemilik salah satu hotel di South Beach di pulau Anastasia, menulis sebuah artikel pendek di Pennsylvania Grit of Williamsport yang menjelaskan wujud mahkluk ini. Menurutnya mahkluk ini memiliki panjang tentakel hingga 9 meter. Artikel ini menyertakan sebuah gambar monster laut yang mempunyai tentakel dan sebuah ekor, yang digambar oleh draughtsman berdasar deskripsi yang ditulis Grant di artikel ini, tanpa melihat keterangan saksi mata lainnya.

Deskripsi Grant: Kepalanya sebesar tong tepung, dan memiliki bentuk kepala singa laut. Leher (jika makhluk itu dapat dikatakan memiliki leher), memiliki diameter yang sama seperti tubuhnya. Mulut berada di sisi bawah kepala dan dilindungi oleh dua pembuluh tentakel berdiameter delapan inci dan panjang sekitar 30 kaki. Pembuluh tentakelnya menyerupai belalai gajah dan jelas digunakan untuk mencengkeram saat mengisap objek apapun yang berada dalam jangkauan monster ini.

Tentakel lainnya yang berdimensi sama menonjol di bagian atas kepala. Dua lainnya, berada di setiap sisi yang menonjol dari luar lehernya, dan panjangnya 15 kaki sepanjang tubuh hingga ekor. Ekornya dipisahkan dengan gerigi dengan panjang beberapa kaki, diapit oleh dua tentakel yang panjangnya 30 kaki. Matanya berada di bawah bagian belakang mulut, bukan di atasnya.

Spesimen yang ditemukan terpotong-potong berserakan di pantai menunjukkan bahwa kemungkinan makhluk ini telah diserang oleh hiu dan ikan hiu todak sebelum akhirnya lumpuh dan terdampar oleh ombak.

Grant menggambarkan makhluk ini memiliki tujuh tentakel dan ekor. Jika ekor ditafsirkan sebagai tentakel juga, maka artinya total delapan tentakel, ini akan menunjukkan hal yang berlawanan dengan gurita yang bertentakel sepuluh, seperti misalnya cumi-cumi atau sotong. Selain itu, tidak ada deskripsi yang menunjukkan adanya tentakel panjang yang ditemukan pada cumi-cumi.

PENEMUAN KEDUA

Antara tanggal 9 Januari dan 15 Januari badai menerpa daerah ini hingga membuat St. Augustine Monster terseret ombak dan kembali ke lautan. Tetapi setelah itu bangkai ini terdampar lagi sejauh 2 km dari tempatnya semula. Yaitu di pantai Crescent .

Di American Journal of Science edisi Januari 1897, Verrill menulis: Proporsi yang diberikan oleh Webb menunjukkan ini sejenis Giant Squid (cumi-cumi raksasa), bukan Octopus/gurita. Ukuran diameter riil maksimum saat hidup setidaknya 7 kaki dan berat tubuh dan kepala mungkin 4 atau 5 ton. Dimensi ini jelas lebih besar daripada salah satu spesimen di Newfoundland. Bangkai ini mungkin salah satu spesies Architeuthis .

Anehnya, Verrill segera berubah pikiran tentang identitas bangkai makhluk ini. Di New York Herald edisi 3 januari, ia menulis bahwa bangkai itu adalah seekor gurita raksasa (giant octopus).

Pada tanggal 16 Januari, lembar berita lokal The Tatler memuat berita tentang makhluk yang terdampar. menyatakan kembali identifikasi awal dari Verrill tentang bangkai ini sebagai bangkai cumi-cumi raksasa (Giant Squid).

Barulah pada tahun 1971, Dr. Forrest Glenn Wood , salah satu pendiri international society of cryptozoology tertarik untuk menelitinya bersama Dr. Joseph F. gennaro , ahli biologi dari universitas florida. Penelitian ini berkesimpulan St. Augustine Monster adalah seekor Giant Octopus.

Pada 1986, Penelitian Roy Mackal yang juga salah satu pendiri International society of Cryptozoology juga berkesimpulan senada.

Tetapi seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang pesat. Jawaban giant octopus dirasa tidak lagi tepat. Karena dua penelitian terakhir pada 1995 dan 2004 yang dilakukan bersamaan dengan penelitian Chilean Blob oleh Dr. Sidney K. Pierce dari universitas florida dan beberapa ahli dari universitas indiana, maryland dan auckland dari selandia baru yang menggunakan mikroskop elektron dan analisa biochemical dengan membandingkan dengan hewan lain seperti gurita, cumi cumi, paus, lumba lumba serta sampel dari Bermuda Blob dan Tasmanian Globster .

chilean-blob-001.jpg
Chilean Blob ,2003.
bermuda-blob-001.jpg
Bermuda Blob.
tasmanian_globster-001.jpg
Tasmanian Globster.

Dan hasilnya secara jelas menyatakan St. Augustine Monster tak lebih dari seekor paus yang telah mengalami pembusukan. Dan karena bentuknya yang tidak wajar dan mirip gurita yang mungkin membuat para peneliti dahulu berkeyakinan dari awal itu adalah seekor giant octopus. (bs-22)

Sumber:
http://www.nytimes.com, en.wikipedia.org

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di The Cryptid Files dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s