Pendaratan UFO Di Maumbi Sulawesi Utara (2000)

encounters 3.jpg

f-35b-vertical-landing_1-001.jpg

MAUMBI UFO LANDING
26 Dec 2000. 20:30
Maumbi, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara

bamssatria22.wordpress.com

Menurut pengakuan warga Perum Maumbi Permai, mereka menyaksikan UFO tersebut mendarat di kawasan hutan di sekitar daerah itu Selasa malam, 26 Desember 2000, sekitar jam 20.30 waktu setempat.

Benda aneh yang mirip pesawat helikopter tersebut ditemukan warga berada dalam posisi standby. Artinya, dari jarak sekitar 50 meter dari rumah salah seorang saksi mata, benda misterius itu mengeluarkan bunyi mendesis.

ufo-menado-sulawesi-001.jpg
Ilustrasi UFO

Dijelaskan, pada bagian atap depan dan belakang, tampak sebuah lampu berwarna merah terang, menyala berkedip berulang-ulang. Begitu kepergok warga, benda asing itu langsung bergerak dan terbang.

Hanya dalam beberapa menit setelah benda asing itu pergi, ratusan warga Maumbi sudah mengerumuni lokasi pendaratan. Rata-rata warga membawa parang dan benda tajam lain.

Mengetahui peristiwa tersebut, Kapolsek Airmadidi Ipda Drs Reino F. Bangkang langsung meluncur ke lokasi kejadian bersama anak buahnya. ”Kami langsung mengamankan lokasi kejadian,” akunya. Menurut Kapolsek, ketika menyisir di lokasi kejadian, pihaknya menemukan tanda-tanda pendaratan. ”Terlihat tanda membentuk segi tiga di lokasi yang diduga sebagai tempat pendaratan benda tersebut. Rumput di lokasi tampak rebah karena ditindih benda berat,” katanya.

Saat itu juga, dia melaporkan kejadian tersebut ke Denzipur dan Pangkalan TNI AU di Bandara Sam Ratulangi . ”Sejauh ini peristiwa tersebut sedang diselidiki TNI AU. Yang pasti, saya membenarkan peristiwa tersebut,” kata Kapolsek.

Kapolsek Airmadidi Ipda Reino F Bangkang yang sempat dikonfirmasi wartawan mengatakan, situasi menjadi sangat dramatis lantaran merebaknya isu tambahan, bahwa dari benda asing tersebut keluar 5 hingga 6 penumpang. “Bahkan banyak yang mengira itu anggota sebuah kelompok yang dikenal menjadi salah satu pemicu konflik di Ambon dan Maluku,” kata dia.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI-AU Sam Ratulangi, Letkol Pnb Agus H. yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Namun dia enggan berkomentar kemungkinan itu merupakan pesawat asing atau bahkan UFO. “Sedang dalam penelitian,” katanya. Agus membenarkan pula kalau di lokasi kejadian ditemukan bekas tindihan barang berat. “Yang pasti itu bukan pesawat milik TNI-AU atau domestik lainnya. Sebab saat itu tak ada penerbangan di sekitar lokasi kejadian,” kata Agus.

Mungkinkah spionase negara tetangga? Agus menepisnya. “Saya tak bisa berkomentar. Yang pasti, saya sudah melaporkan kejadian ini ke Bapak Gubernur Sulawesi utara dan pejabat terkait,” tambahnya.

Mengapa pula tak terlacak radar TNI-AU? Ditanya begitu, Agus menjawab pendek. “Itu tergantung. Kalau dia terbangnya tinggi, ya terlacak. Tapi kalau terbangnya sangat rendah, ya mana bisa,” katanya.

Jika pengakuan belasan warga tersebut benar, itu berarti untuk kedua kalinya Sulawesi Utara kedatangan Objek asing berbentuk pesawat. Sebab, kejadian serupa bahkan pernah dilaporkan langsung Gubernur Sulawesi Utara yang ketika itu dijabat EE.Mangindaan . Pada akhir 1999 lalu, Mangindaan pernah menyatakan kalau di satu subuh, sekitar pukul 04:30 WITA, dia menerima laporan intelijen adanya penerbangan pesawat misterius di atas Kota Manado dan danau Tondano. Pesawat yang diperkirakan milik sebuah negara tetangga di bagian selatan Indonesia itu berputar 3 kali langsung menghilang. “Dia terbang sangat rendah,” kata Mangindaan ketika itu.

Berikut kesaksian Adriana Sadia (berusia 21 tahun saat kejadian), ketika ditemui Fence Bawengan, wartawan Harian Posko (Grup Jawa Pos) Manado :

fence-bawengan-001.jpg
Fence Bawengan.

Malam itu, malam Lebarannya orang Islam. Meskipun saya beragama Kristen Protestan, sebagai warga Sulawesi Utara yang sangat menghayati makna persaudaraan, saya akrab dengan alunan takbir dari masjid maupun mushola yang ada di sekitar tempat tinggal saya. Waktu itu pukul 20.00-an. Udara panas. Berada di dalam rumah terasa sekali gerahnya. Mungkin akan turun hujan. Karena itu, saya ingin ke luar rumah, ke pekarangan belakang. Di luar rumah mungkin lebih segar. Pekarangan rumah saya termasuk gelap. Tidak ada penerangannya. Lampu jalan juga tidak ada. Lampu jalan paling dekat dengan rumah saya masih 150-an meter jaraknya. Saya memang tinggal di kampung, di pinggiran Manado.

Sekitar 10 menit berada di belakang rumah sembari menghadap ke gelapnya malam, tiba-tiba semak belukar yang mirip hutan kecil itu mengeluarkan cahaya tajam berwarna merah. Jaraknya sekitar 50 meter dari tempat saya duduk. Tentu saja saya kaget setengah mati.

Astaga, ada apa ini! Terus terang, dada saya langsung berdegup kencang. Ketika saya cermati, ternyata cahaya itu berasal dari sebuah benda berwarna hitam. Berkali-kali saya picingkan mata, saya kucek-kucek, saya khawatir salah lihat. Nyatanya tidak. Ketika saya bergerak mendekatinya, benda itu ternyata mirip sebuah helikopter, namun bentuknya bulat dan tinggi. Saya tak ingat persis. Cahaya merah tajam berkedap-kedip itu berasal dari bagian atas benda tersebut.

Tentu saja saya langsung ketakutan. Sebab, kalau toh itu pesawat, mana bisa dia mendarat di situ, mengingat kawasan tersebut merupakan hutan semak belukar yang sangat lebat. Apalagi, dijejali pohon kelapa. Bagaimana ini? Karena panik bercampur takut, saya langsung lari ke arah rumah sembari berteriak: Ada pesawat misterius! Ada pesawat misterius! Waspada! Langsung saja, warga lainnya berlari mendekati saya sembari melihat ke arah yang saya tunjuk. Warga yang melihat pun kaget seperti saya. Satu per satu warga yang datang bertambah.

Mungkin karena merasa diketahui keberadaannya, benda asing itu tiba-tiba saja bergerak mirip helikopter yang mau berangkat. Hanya sekitar 3 sampai 5 menit dia naik dengan cara vertikal. Lalu, di ketinggian sekitar 20 meter, dia langsung melesat cepat. Anehnya, kalau itu pesawat, mengapa tak ada bunyinya. Kalau toh ada bunyinya, hanya seperti mendesis.

Kami semua langsung panik. Warga saling berkabar dan berkali-kali memukulkan batu dan kayu kesetiap tiang listrik. Semuanya langsung berkumpul di lokasi kejadian. Setelah banyak orang, kami langsung bergerak ke lokasi pendaratan benda itu.

Astaga, sekitar lingkaran berdiameter hampir 7 meter tampak jelas rumput di sekitarnya rebah seperti habis ditindih benda yang sangat berat. Benda apa itu? Kami tak tahu. Saya sendiri merasa sangat yakin telah melihat benda tersebut. Keyakinan ini semakin terasa karena peristiwa itu disaksikan warga lainnya.

*************************************

Sumber: http://www.betaufo.org

Iklan

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Alien Encounters: UFO Experience dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s