Bagaimana Kondisi Otak Manusia Saat Merasakan Cinta Buta?

human-mystery.jpg

love-is-blind-001.jpg

Love is Blind alias ‘Cinta itu buta’. Kata-kata itu sering diungkapkan seseorang ketika mereka dilanda asmara, gandrung atau merasa apa yang mereka lakukan benar. Tentu atas nama cinta . Berpuluh-puluh tahun mantra itu dipercaya. Namun, tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan secara ilmiah. Ternyata keadaan tidak rasional saat jatuh cinta bisa diurai dengan rasional.

Ilmuwan dari University College London, Inggris, telah menguji dan membuktikan mantra itu benar. Sang ilmuwan mendeteksi area otak yang diaktifkan ketika seseorang ada dalam kondisi romantis atau merasakan cinta. Di saat yang sama, aktivitas area lain otak sedang tertekan. Bagian ini memengaruhi pikiran kritis seorang manusia.

Perasaan cinta menekan aktivitas saraf yang berhubungan dengan penilaian kritis terhadap orang lain. Ketika seseorang jatuh cinta, ia kehilangan kemampuan mengkritisi orang yang dicintai. Hal inilah yang menyebabkan seseorang sering salah mengambil keputusan ketika sedang jatuh cinta.

Menjadi buta ketika mencinta bisa karena seseorang selalu mengingat hari-hari pertama dengan pasangan. Indah dan berjalan amat menyenangkan. Ini juga yang membuat cinta itu buta. Area otak yang diaktifkan oleh rasa cinta menghasilkan rasa euforia. Fakta ini menjelaskan kekuatan cinta romantis memotivasi kegembiraan.

Iklan

Tentang Bams al-Badrany

Me is me
Pos ini dipublikasikan di Human Mystery. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s